Kawasaki Mengumumkan Sedang Mengembangkan Sepeda Motor Berbahan Bakar Hidrogen

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Rabu, 20 Oktober 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Demi menunjukkan keseriusan menggarap mesin ramah lingkungan, Kawasaki mengungkapkan prototipe sepeda motor berbahan bakar hidrogen di Jepang. Perusahaan asal Jepang ini juga mengumumkan seluruh jajaran produknya menjadi full electric dan hibrida pada 2035.

Selain menghadirkan solusi lewat teknologi sepeda motor listrik (EV) dan hybrid, Kawasaki Motor juga memperlihatkan solusi lain untuk mencapai realisasi karbon netral, yakni dengan bahan bakar alternatif seperti e-fuel dan juga hidrogen.

Kembali pada Maret 2020, pihaknya mengungkapkan paten Dual Injection dari mesin H2 supercharged. Masing-masing silinder terdapat perbedaan jenis injector. Port Injection (PI) dan Direct Injection (DI). Port Injection (PI) adalah sistem yang umum dijumpai pada mesin sepeda motor. Bahan bakar disemprotkan ke dalam kanal port intake menuju arah klep intake. Sedang Direct Injection semprotan bensin bertekanan tinggi langsung ke ruang bakar, tanpa melewati klep (valve).

Direct Injection juga membantu mengurangi emisi. Bahan bakar disuntikkan setelah katup buang ditutup sehingga tidak ada bensin yang terbakar, dan juga mendinginkan ruang bakar untuk membantu mencegah ketukan (knocking), memungkinkan rasio kompresi lebih tinggi dan campuran udara-bensin yang lebih ramping untuk digunakan.

Injeksi bahan bakar port konvensional juga memiliki keunggulan di area lain, termasuk mengurangi suhu pengisian daya masuk dan memungkinkan bensin membersihkan dudukan katup masuk saat mengalir melewatinya. Ini juga memberi lebih banyak waktu bagi bensin untuk menguap dan bercampur dengan baik dengan udara untuk memastikan pembakaran yang baik.

Kembali ke DI atau injeksi langsung, dalam sepersekian detik antara bahan bakar yang ditambahkan ke ruang bakar dan pembakaran busi adalah pertanyaan besar, dan solusinya adalah menggunakan tekanan bahan bakar yang sangat tinggi. Menurut paten tahun lalu, port injector yang diberi makan oleh electric pump konvensional, beroperasi pada 44 psi (3 bar), sedangkan injeksi langsung berjalan pada 1.450 psi (100 bar). Dilansir dari Liputan6.com (18/10/2021).

Prototipe Awal

Meskipun prototipe awal bertenaga bensin dan sistem injeksi langsung menawarkan emisi ramah lingkungan serta unggul dalam hal kinerja, Kawasaki menggunakan model purwarupanya sebagai bagian dari pengembangan menuju mesin pembakaran berbahan bakar hidrogen. Saat dibakar, hidrogen menjadi H2O (alias air) sehingga menawarkan keuntungan emisi yang sangat besar dibandingkan bahan bakar fosil berbasis karbon. Tetapi sebetulnya tidak sepenuhnya ramah lingkungan, tetap ada nitrogen oxides (NOx) di udara dari mesin pembakaran berbahan bakar hidrogen, atau sebagian besar gas buang tidak lebih dari uap air.

Mesin Bensin Hilang Pada 2035

Mulai 2035 seluruh kendaraan roda dua yang dijual Kawasaki tidak lagi menggunakan bahan bakar bensin. Konfirmasi langkah tersebut itu mencuat setelah para petinggi perusahaan mengumumkan rencana sepeda motor bebas emisi. Selain tenaga listrik, perusahaan juga berencana mengusung motor bertenaga hidrogen. Pihaknya siap meluncurkan rata-rata sebanyak 16 model sepeda baru mulai 2025.

Kabar terbaru mengenai motor bertenaga hidrogen diketahui dengan munculnya sketsa desain pengganti sport-tourer H2 SX. Tapi tentu saja itu masih sebatas rekaan wujud. Menurut mereka masih banyak rintangan yang harus diatasi. Tidak hanya dalam pengembangan mesin, tetapi lebih signifikan dalam menciptakan jaringan pasokan hidrogen yang layak. Tangki bahan bakar hidrogen dan metode pengisian juga masih menjadi kendala hingga saat ini.

Namun Kawasaki tengah mengerjakan ekosistem produk dan teknologi terkait hidrogen di seluruh rentang produknya. Ini termasuk mesin pembakaran berbahan bakar hidrogen yang sangat besar untuk kapal, yang ingin ditunjukkan oleh perusahaan pada 2025, bahkan pesawat jet bertenaga hidrogen yang direncanakan meluncur pada 2035. (Uli)