Kasus Polisi Pukul Warga Kulit Hitam Picu Kerusuhan Di AS

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Kamis, 8 Agustus 2019

Indolinear.com, Los Angeles – Tepat 26 tahun silam, 29 April 1992, kerusuhan massal terjadi di Los Angeles, Amerika Serikat. Pemicunya kasus pemukulan yang dilakukan empat polisi berkulit putih terhadap warga kulit hitam.

Saat itu, massa mengobrak-abrik kota di bagian selatan negara bagian California tersebut.

Kerusuhan mulai terjadi sejak hakim pengadilan mengetuk palu keputusan bahwa keempat polisi tidak bersalah dalam pemukulan terhadap seorang warga bernama Rodney King. Keputusan ini memicu kemarahan publik karena hakim dianggap tidak adil.

Kasus pemukulan ini beredar dalam sebuah video yang direkam oleh juru foto yang melintas di lokasi kejadian pada setahun lalu, di Maret 1991.

Seperti dikutip dari Liputan6.com (06/08/2019), dalam video selama 81 detik yang beredar terlihat empat polisi memukul, menendang, dan mencukur rambut King. Sementara polisi hanya diam melihat rekannya melakukan penganiayaan.

Dalam persidangan, keempat polisi: Laurence Powell, Stacey Koon, Timothy Wind dan Theodore Briseno membantah melakukan penganiayaan. Bagi mereka, apa yang dilakukan terhadap King merupakan upaya pembelaan diri menghadapi King yang sangat agresif melawan saat hendak ditangkap.

Selaku mantan polisi, Senator AS Ed Davis mengaku prihatin atas tindakan polisi yang brutal. “Setelah melihat videnya, saya tak habis pikir dan tidak bisa terima atas kelakukan polisi yang sepreti ini.”

Namun, dalam putusannya, hakim memutuskan bahwa para polisi tidak bersalah. Pengacara King tak bisa berkata-kata karena keputusan hakim begitu mengecewakan. Kuasa hukum tersebut akan mengajukan tuntutan banding.

Sementara massa di luar pengadilan berkumpul untuk terus meneriakkan aspirasi bahwa polisi bersalah dan patut dihukum. Karena tak puas dengan keputusan hakim, mereka bertindak anarkis, menyerang kantor polisi dan fasilitas umum di Los Angeles.

Kerusuhan pun terjadi selama beberapa hari. Massa menyerang orang-orang tak bersalah, membakar mobil dan motor pengendara yang melintas jalan. Juga menghancurkan toko-toko di sekitar. Aparat turun tangan untuk meredakan kerusuhan.

Dalam siaran televisi, Presiden AS George HW Bush menegaskan, kerusuhan dan perusakan harus segera dihentikan. Dia juga mengimbau polisi agar tidak menggunakan kekuasaan secara sewenang-wenang. Gubernur California Pete Wilson memberlakukan status darurat dan memerintahkan seluruh apapat untuk menghentikan kerusuhan.

Kerusuhan berakhir dengan korban tewas sebanyak 55 orang, 2.000 orang lainnya terluka dan sekitar 12.000 orang ditangkap. Kerugian material mencapai US$ 1 miliar.

Keempat polisi kembali diseret pengadilan. Dua di antaranya Stacey Koon dan Laurence Powell dinyatakan bersalah karena terbukti melakukan pelanggaran HAM terhadap King, sehingga divonis 2 tahun penjara.

Sementara Rodney King mendapat biaya kompensasi ganti rugi sebesar US$ 3,8 juta dari Pemerintah Kota Los Angeles. Uang itu kemudian ia gunakan untuk buka bisnis rekaman musik bernama the Straight Alta-Pazz Recording Company. (Uli)

INDOLINEAR.TV