Kasunyatan, Pusat Pendidikan Islam Keluarga Sultan Banten

FOTO: indolinear.com
Kamis, 5 Desember 2019

Indolinear.com, Serang – Dari tradisi lisan dan beberapa sumber tekstual menyebutkan bahwa Kasunyatan dikenal sebagai tempat pendidikan dan pengajaran agama Islam sejak awal masa kesultanan.

Selain tempat belajar agama keluarga dan kerabat sultan, di Kasunyatan juga banyak terdapat penulis kitab-kitab keaganaan, diantaranya penulisan Al Qur’an.

Tak heran jika di kawasan yang wilayahnya masuk Kecamatan Kasemen, Kota Serang ini terdapat banyak artefak yang menunjukkan adanya jejak kehebatan Islam pada abad XV.

Baru-baru ini teridentifikasi adanya kitab suci Al Qur’an yang diduga kuat sebagai peninggalan zaman kesultanan di Kasunyatan. Al Qur’an kuno itu hasil tulisan tangan berbahan daluang atau kertas yang terbuat dari kulit kayu.

Arkeolog sekaligus sejarawan Banten, DR Moh. Ali Fadillah saat mendampingi dosen dan mahasiswa Untirta yang melakukan orientasi kepurbakalaan di Desa Pangkalan Nangka, Desa Kenari, Kecamatan Kasemen mengungkapkan, jika benar Al Qur’an kuno berasal dari Banten, maoa boleh jadi itu merupakan salah satu karya orang Banten yang luar biasa.

“Teksnya masih lengkap, aksara jelas, mudah dibaca. Sayangnya tidak ditemukan titimangsa yang memberitahukan siapa penulis, dimana ditulis dan kapan waktu penulisannya. Jika melihat bahannya dari daluang, maka bisa diartikan naskah itu cukup tua, ditulis sebelum adanya kertas Eropa,” tegas Ali.

Ali menyarankan pemilik Al Qut’an itu segera didaftarkan sebagai benda cagar budaya (BCB) untuk secepatnya mendapatkan perawatan, karena materialnya organi dan kondisinya sudah mulai rapuh oleh ngengat atau mikroba lain.

Sementara Nurul Hayat, dosen sosiologi Untirta mengaku sangat terarik dengan sejarah perjalanan dan perkembangan Islam di Banten, khususnya Kasunyatan. menurutnya, perlu ada penelitian mendalam agar sejarah Islam di Banten makin terang benderang.

“Kemungkinan besar wilayah ini (Desa Kenari, Kasemen, red) adalah pusat studi Islam pada zaman kesultanan. Jejak-jejaknya banyak, ditambah banyaknya tradisi lisan yang menyebutkan bahwa Kasemen ini pernah menjadi pusat pendidikan dan pengembangan agama Islam,” paparnya.

Hayat menambahkan, terkait dengan keberadaan Al Qur’an kuno, pihak Untirta sudah berkomunikasi dengan kantor Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) untuk konservasi kertas kitab suci asli tulisan tangan dengan tinta jenis japaron itu.(Rkm)

INDOLINEAR.TV