Kaspersky Menyebutkan Mobil Malware Di Indonesia Menurun Di Tahun 2020

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Senin, 26 April 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Tinjauan statistik terbaru Mobile Malware Kaspersky tahun 2020 menunjukkan bahwa sebanyak 378.973 upaya malware seluler terdeteksi di Indonesia tahun lalu. Ini merupakan penurunan sebanyak 31,89 persen dari 556.486 deteksi pada periode yang sama di tahun 2019.

Meski mengalami penurunan, statistik Indonesia masih menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara. Negara ini juga berada di posisi ke-4 secara global dalam hal deteksi mobile malware. Negara-negara yang mencatat jumlah paling banyak dari ancaman mobile malware pada tahun 2020 secara global adalah Rusia, Ukraina, dan India.

“Masyarakat Indonesia secara umum jelas merangkul dan mengadaptasi teknologi dengan baik, terlihat dari penggunaan e-wallet yang semakin populer di Indonesia dan banyak penggunanya didominasi oleh generasi muda yang kami percaya adalah generasi melek teknologi yang menyadari pentingnya keamanan data,” kata Chris Connell, Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky, dilansir dari Merdeka.com (25/04/2021).

Sementara itu, kata Chris, untuk mobile malware yang paling umum terdeteksi di Indonesia adalah Trojan, Trojan-Downloader, Trojan-Dropper, Trojan-SMS, dan HackTool. Umumnya 99,9 persen ancaman diciptakan untuk Android, dan kurang dari 0,1 persen untuk iOS di seluruh dunia.

“Tren lain yang juga menjadi sorotan adalah bahwa ponsel cerdas hampir selalu menjadi perangkat yang digunakan untuk transaksi keuangan, dari e-wallet hingga mobile banking dan berbelanja online. Berdasarkan data, kami melihat bahwa pelaku kejahatan siber secara aktif mencoba menginfeksi perangkat para pengguna di Indonesia, untuk mencuri data maupun uang mereka. Kabar baiknya adalah kita dapat menikmati hari besar ini secara virtual selama kita selalu waspada terhadap situs web yang dikunjungi, tautan yang kita klik, pesan yang kita teruskan, dan yang paling penting jika kita memiliki solusi keamanan dasar yang terpasang di perangkat pribadi,” jelasnya. (Uli)