Karya Seni Mozart Berusia 200 Tahun Telah Ditemukan

Minggu, 21 Februari 2016

Indolinear.com – Sepenggal naskah komposisi milik Mozart yang dianggap sudah hilang selama lebih dari 200 tahun dipentaskan untuk pertama kalinya sejak karya itu ditemukan kembali.

Karya itu ditulis oleh Mozart sendiri dan Antonio Salieri, yang biasanya dianggap sebagai saingannya, serta seorang komposer yang tidak dikenal, Cornetti.

Naskah komposisi berdurasi empat menit ini ditemukan dalam arsip di Czech Museum of Music pada November 2015 dan dimainkan dengan piano di hadapan para penonton pada Selasa (16/2).

Seorang juru bicara museum, Sarka Sokolova, mengatakan potongan lagu itu merupakan “sebuah karya yang benar-benar berharga”.

Lembaran komposisi, yang ditulis pada tahun 1785, diambil oleh museum tersebut untuk dijadikan koleksi benda bersejarah dari pertengahan abad ke-20, tapi nama para komposer dikenali melalui sandi yang dipecahkan.

Seorang ahli musik dan komposer asal Jerman, Timo Jouko Herrmann, mengenali potongan nama-nama komposer saat dirinya melihat-lihat katalog online museum itu.

Dia mengatakan karya tersebut merupakan “kunci untuk sebuah pemahaman baru tentang hubungan antara Mozart dan Salieri”.

Rasa iri yang membawa maut?

Rumor, yang menyebut bahwa Salieri meracuni Mozart karena merasa iri, sudah lama dibicarakan antar sejarawan. Namun hal itu terbantahkan melalui sejumlah adegan dalam film yang memenangkan Piala Oscar, Amadeus.

“Kita semua mengetahuinya lewat adegan-adegan yang digambarkan dalam filmAmadeus,” kata Ulrich Leisinger, dari Mozart Institute of Salzburg.

“Itu salah. Salieri tidak meracuni Mozart, mereka berdua berkarya di Wina dan bersaing.”

Naskah komposisi berjudul Per la ricuperata salute di Ophelia diterjemahkan menjadi “Untuk kesembuhan Ophelia”. Naskah itu ditulis untuk merayakan kesembuhan penyanyi soprano Nancy Storace yang sakit.

Potongan naskah itu ditulis oleh seorang penyair istana Wina bernama Lorenzo Da Ponte, yang sering bekerja dengan Salieri.

Leisinger mengatakan bahwa naskah lagu itu “tidak hebat” tapi “benar-benar menyoroti kehidupan sehari-hari Mozart yang baru sebagai seorang komposer opera”.

“Ini jelas merupakan karya asli dan tidak ada alasan untuk meragukan bahwa naskah itu benar-benar karya seni yang murni.

“Kami tidak tahu kapan karya Mozart lainnya akan ditemukan, bisa jadi sesegera mungkin tapi bisa juga setelah 100 tahun.”

Beberapa karya seni Mozart kembali ditemukan dalam beberapa tahun terakhir, sebagian diantaranya diduga telah ditulis saat dirinya masih anak-anak.

Siapa itu Mozart?

Wolfgang Amadeus Mozart lahir di Salzburg pada 1756. Dia merupakan putra seorang pemain biola di istana setempat.

Ayahnya, yang menyadari bakat musik luar biasa sang anak sejak usia dini, membawanya untuk melakukan sejumlah tur di seluruh Eropa sehingga dia bisa terkenal di dunia musik dan budaya sebisa mungkin.

Perjalanan yang terus menerus dilakukan oleh Mozart mungkin telah berkontribusi terhadap kesehatannya yang buruk, tapi hal itu juga pasti merupakan faktor utama dalam pembentukan gaya musik kosmopolitannya.

Sebuah komisi dari Munich membawanya ke sebuah panggung opera besar pertamanya, yaitu Idomeneo (1781), yang merupakan sebuah karya di mana dia menuangkan semua pengalaman musiknya yang telah dia dapat.

Pada tahun itu, dia pindah dari Salzburg ke kota yang menyuguhkan karya musik yang lebih modern yaitu Wina, di mana dia memulai kehidupan seorang komposer lepas, pianis dan guru.

Pada awalnya dia menikmati kesuksesan besar, hal ini diikuti dengan tiga karya opera besar yang dia hasilkan - The Marriage of Figaro (1786), Don Giovanni (1787) dan Così fan tutte (1790) – namun seiring waktu, ketenarannya berkurang dan dia terlilit persoalan utang.

Dia meninggal pada bulan Desember 1791, dalam usia 35 tahun, tak lama setelah pertunjukan terakhirnya sukses, The Magic Flute. (uli)

 

Sumber: Bbc.com

 

 

loading...