Karantina Cilegon Kenalkan Aplikasi Simeraq Untuk Mudahkan Layanan

bantennewscoid/indolinear.com
Jumat, 25 Mei 2018

Indolinear.com, Merak – Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Cilegon secara resmi meluncurkan Aplikasi Simeraqs. Ini adalah sebuah aplikasi berbasis android dan website yang dirancang untuk memudahkan pengguna jasa dalam proses pengajuan tindakan karantina. Kepala Karantina Cilegon Raden Nurcahyo Nugroho mengatakan aplikasi yang sudah dikenalkan pada kalangan pengguna jasa awal pekan lalu itu diharapkan dengan menciptakan transparansi dalam layanan perkarantinaan.

“Aplikasi Simeraqs adalah hasil inovasi dari Zuro’aidah, Kepala Seksi Karantina Tumbuhan dalam projek perubahan pada Diklat PIM IV yang diikutinya. Aplikasi ini akan memudahkan kami dalam memonitoring tindakan perkarantinaan dan mengetahui tingkat kepatuhan dari pengguna jasa,” ungkap Raden.

Melansir Bantennews.co.id, Kamis (24/5), Kendati aplikasi ini peruntukannya masih sebatas kegiatan impor karantina tumbuhan, lanjut Raden, namun langkah ini merupakan wujud komitmen BKP untuk terus mengembangakan inovasi-inovasi dengan sentuhan informasi dan teknologi (IT) guna mempercepat jalannya operasional di Karantina Cilegon.

“Melalui aplikasi ini petugas karantina pun dapat memonitoring permohonan dari pengguna jasa (SP-1) serta dapat secara cepat merespon ketika ada surat tugas dan petugas dapat langsung membuat laporan secara online,” imbuhnya.

Sementara itu Zuro’aidah menjelaskan aplikasi itu kini sudah dapat diunduh oleh pengguna smartphone berbasis android. Pada website, sistem itu sendiri dapat pula digunakan untuk memonitoring jalannya operasional kegiatan perkarantinaan oleh pimpinan dan seluruh petugas di BKP Kelas II Cilegon.

“Pengguna jasa juga dapat mengetahui kapan persetujuan tidakan karantina tumbuhan (KT-2), dapat mengetahui nama petugas yang ditunjuk untuk melaksanakan tindakan perkarantinaan, dapat mengetahui hasil pengujian laboratorium, dapat menginformasikan pembayaran PNBP secara online dengan mengupload billing serta dapat mengetahui kapan sertifikat pembebasan (KT-9) terbit,” terangnya. (Gie)

Baca Juga :  Menipu, Wakil Kepala RS Bhayangkara Polda DIY Ditahan
%d blogger menyukai ini: