Kapal Induk Amerika Serikat USS Oriskany Sengaja Ditenggelamkan

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Sabtu, 7 September 2019

Indolinear.com, Washington DC – Pada 17 Mei 2006, kapal induk Amerika Serikat USS Oriskany (CV-34) ditenggelamkan di Teluk Meksiko. Mighty O, demikian julukannya, pernah diterjunkan di tengah Perang Korea dan Perang Vietnam.

Pada tahun 1966, salah satu insiden kebakaran kapal terburuk sejak Perang Dunia II terjadi di USS Oriskany. Kala itu, magnesium flare atau suar magnesium tak sengaja tersembur dan memicu kebakaran. Sebanyak 44 orang tewas dalam musibah itu.

Setelah 26 tahun bertugas, USS Oriskany berhenti dioperasikan pada 1976. Kemudian, pada 1997 ia dijual sebagai besi tua. Namun, karena tak kunjung dibongkar, pada 2004 diputuskan bahwa kapal yang juga dikenal sebagai the O-boat itu ditenggelamkan, menjadi terumbu karang buatan di lepas pantai Florida di Teluk Meksiko, Amerika Serikat.

Sehari sebelum USS Oriskany ditenggelamkan, Denny Earl, seorang penerbang angkatan laut mengunjungi kapal itu. Untuk memberikan penghormatan terakhir, dilansir dari Liputan6.com (05/09/2019).

Earl punya alasan sentimental. Selama misi pengeboman ke wilayah Vietnam Utara pada 20 November 1967, kedua kakinya hancur oleh meriam yang merobek jet tempur A4 Skyhawk yang dipilotinya.

Namun, ia yang kala itu masih berpangkat letnan yunior menolak jatuh ke wilayah musuh. Dengan susah payah ia kembali ke kapal induk USS Oriskany yang berlayar di Teluk Tonkin.

Denny Earl kemudian menjadi bagian dari legenda Oriskany bersama Senator John McCain.

Berbeda dengan kisah Earl, John McCain diketahui terbang dari USS Oriskany sebelum pesawatnya ditembak jatuh dan menjadi tawanan selama Perang Vietnam.

Sementara, Alan Shepard, astronot pertama AS yang menjelajahi orbit Bumi, juga pernah bertugas di sana.

Para mantan prajurit juga berdatangan, untuk memberikan penghormatan pada USS Oriskany.

Salah satunyaChuck Tinker, mantan penerbang jet tempur yang selamat dari insiden kebakaran yang menewaskan 44 awak dan tentara pada 26 Oktober 1996.

Keith Benoit dari Lafayette, Louisiana, adalah saksi mata kejadian tersebut. Kala itu, ia yang baru 19 tahun bekerja sebagai juru tulis di dek USS Oriskany.

“Asap mengepul sangat tebal dan ada bau kuat magnesium,” kata Benoit mengenang musibah tersebut.

Butuh waktu 18 jam bagi para awak kapal milik Amerika Serikat itu untuk memadamkan api.

22 Ledakan Tamatkan Riwayat USS Oriskany

Mereka yang tak pernah bertugas di atas kapal angkatan laut mungkin tak bisa memahami, bagaimana orang-orang dewasa, yang pernah jadi perwira bahkan petinggi militer, bisa terang-terangan menangis saat menyaksikan sebuah kapal usang ditenggelamkan ke dalam lautan.

Bagaimanapun, USS Oriskany yang tinggal onggokan besi tua, pernah menjadi rumah bagi mereka di masa-masa sulit di tengah peperangan.

“Kapal punya cara untuk menyampaikan sesuatu pada mereka yang berlayar di dalamnya,” kata Kapten Kenyon, mendeskripsikan dinamika antar kapal dan para awaknya.

Meski menjadi mesin tempur, kapal perang sekalipun dijuluki ‘she’ — representasi perempuan, yang memberi kenyamanan pada mereka yang berlayar bersamanya. Diperkirakan, ada 45.000 orang yang bertugas di Oriskany selama 26 tahun masa aktifnya.

USS Oriskany (CV-34) tamat pada 17 Mei 2006, 10.26 waktu setempat. Diawali 22 ledakan, diikuti kepulan asap cokelat, dalam 36 menit ia tenggelam dengan cepat ke dasar laut.

USS Oriskany menjadi terumbu karang buatan, tempat ikan-ikan melakukan pemijahan. Ia juga menjelma jadi destinasi penyelaman populer.

Namun, karena kapal itu terbuat dari alumunium, Oriskany teroksidasi dengan cepat dan mulai terurai.

“Ia terurai dengan cepat. Dalam 20 hingga 30 tahun kemudian mungkin tak akan ada yang tersisa untuk diselami,” kata Craig Clark, seorang instruktur selam. (Uli)