Oleh : Moh. Ali Fadillah  Tapak Tamaddun Islam Sumber informasi lainnya berupa prasasti-prasasti yang tertuang pada nisan-nisan kubur di Barus sendiri dari abad XVI-XVII, yang banyak menyebut nama ulama bergelar ‘syekh’ dan ada pengakuan sebagai murid Samsuddin dan pasti menjadi murid tidak langsung Hamzah Fansuri. Kepentingan nisan ...

Oleh : MOH. ALI FADILLAH  Hamzah al-Fansuri, Sufi Melayu dari Barus Ketika menyebut negeri Fansur, orang segera teringat pada penyair sufistik besar, Syekh Hamzah al-Fansuri. Sumber informasi tentang dirinya diberikan oleh epitaph nisan kubur di kompleks Bab Ma’la, Mekah, sebagai tanda dimakamkannya Hamzah Fansuri: Wafat pada 9 Rajab 933 Hijrah atau 11 April 1527 ...

Oleh : MOH. ALI FADILLAH Melacak Peradaban Timur Tengah Sumber utama peradaban Islam yang ditemukan di situs Lobu Tua berupa benda kaca hijau yang panjangnya hanya 15 mm, menyerupai mata kalung atau cincin, tetapi Dr. Kalus (2000: 23-24) menduga sebagai le sceau-talisman (jimat bercap). Jejak itu, yang penting adalah karena benda ini mengandung inskripsi kaligrafi Arab ...

Oleh : MOH. ALI FADILLAH Komunitas Asal India Selatan Berbagai potensi arkeologis seperti diuraikan di atas, mau tidak mau, memaksa kita memberi karakter kota niaga pada Barus, artinya interpretasi lebih diarahkan pada aspek sejarah ekonomi. Sebuah konsekuensi lain, sebaliknya menjadi terabaikan. Sebagai efek kemakmuran suatu masyarakat, elemen-elemen religiusitas dari ...

Oleh : MOH. ALI FADILLAH Hibriditas Budaya Urban Sebuah perjalanan mesti dilakukan untuk mencapai tempat lain yang terindikasi korelatif dengan Lobu Tua. Bukit Hasang adalah situs terpilih, yang terletak di sebelah timur laut kota Barus modern, di sekitar kaki perbukitan. Situs ini merupakan areal pemukiman terbuka dan sekarang dipadati rumah-rumah penduduk. Kekunaan situs ...

Oleh : MOH. ALI FADILLAH Tapak Arkeologi Barus Untuk pertama kalinya penelitian arkeologi di Barus dilakukan tahun 1978 dan 1985. Pekerjaan rintisan itu telah berhasil mengidentifikasi beberapa situs penting dan mengajukan kronologi sementara dari empat lokasi yang pernah diokupasi secara suksesif: Lobu Tua, Bukit Hasang, Kedai Gadang dan Barus Mudik (Ambary, 1979; Nurhakim, ...

Oleh : MOH. ALI FADILLAH Komoditas Parfum Dunia Pertanyaan kita sekarang mengarah pada dimensi ruang dan waktu atas dua toponim itu: apakah Barus dan Fansur adalah dua nama untuk tempat yang sama atau sebaliknya? Dan, apakah kedua nama itu dikenal dalam waktu yang bersamaan? Yang pasti kedua tempat itu, tidak diragukan lagi, sebagai negeri penghasil ‘kamper’ (Driobalanops ...

Oleh : MOH. ALI FADILLAH Harumnya Kapur Surgawi Sampai tahun 2000-an masih banyak orang belum mengenal Barus. Alih-alih sejarah, lokasi pun tidak tahu, darimana asalnya, dimana adanya? Orang hanya tahu, Kapur Barus itu harum baunya. Disinilah hak untuk mengetahui peristiwa sejarah terabaikan. Alasan mendasar, bahwa sedini abad XVII, saat kemerosotan peran Barus di bawah ...

Oleh : MOH ALI FADILLAH Di sini pula, tidak dapat disangkal, era Kemerdekaan telah memberi bobot tersendiri bagi pembentukan negara bangsa, dan akan terus mewarnai budaya antar-etnik dalam wadah Provinsi Banten yang mencakup wilayah bekas Keresidenan Banten. Pastilah pengalaman sejarah itu masih hidup dalam kenangan dan terpelihara dalam ingatan kolektif orang Banten sekarang. ...

Oleh : MOH ALI FADILLAH Banyak perjalanan dilakukan sudah, menyusur garis pantai atau menerobos hutan pegunungan, namun hitungan hari baru membuat kita “mengenali” sampul dari lembaran-lembaran “buku” Banten. Sementara struktur terdalam dari mentalitas Banten masih terlalu sulit ditampakkan, alih-alih dihayati, sekadar untuk dipahamipun masih terselubung berbagai ...

Oleh : MOH ALI FADILLAH Tujuh belas tahun perjalanan Provinsi Banten terlalu riskan untuk bisa dipahami secara keseluruhan. Sekalipun hanya sesaat, selalu menyajikan untaian ragam bentuk kebudayaan dengan segala kompleksitasnya. Refleksi alam dan manusia yang tertangkap pancaindera terkadang berada dalam kohabitasi harmonis, dimana satu dan lainnya saling beradaptasi. Namun, ...

Oleh : Moh. Ali Fadillah Kiprah Sosial-Politik Perempuan Berangkat dari sumber-sumber sejarah itu, bisa dikatakan bahwa dalam beberapa fase pemerintahan Banten, raja memang berkuasa, tetapi keputusan terkadang berada di tangan permaisuri. Ratu Syarifah dalam posisi itu, jika bisa dibuktikan, mungkin seorang agen VOC untuk memperkuat pengaruh Belanda dalam sistem pemerintahan ...

%d blogger menyukai ini: