Kaca Film Transparan Ini Diklaim Dapat Menonaktifkan Virus

FOTO: Liputan6.com/indolinear.com
Rabu, 14 Oktober 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – PT Global Auto International selaku agen pemegang merek kaca film ICE-µ meluncurkan produk baru bernama ICE-µ Rikeguard. Berwujud transparan, kaca film baru ini mengantongi sertifikasi SIAA untuk fungsi antivirus dan antibakteri.

SIAA atau Society of International sustaining growth for Antimicrobial Articles sendiri merupakan sebuah lembaga pengujian antimikroba di Jepang yang dikelola berdasarkan pedoman dari Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang.

Kaca film ICE-µ Rikeguard diklaim mampu menonaktifkan virus. “Lapisan kaca film Rikeguard menggunakan agen antivirus yang menarik virus dan bakteri bermuatan negatif,” terang Arta Alfatha, Brand Manager PT Global Auto International dalam peluncuran ICE-µ Rikeguard secara virtual, dilansir dari Liputan6.com (12/10/2020).

Agen antivirus bermuatan positif, lanjut Arta, bereaksi dengan kelembaban di udara untuk menghasilkan oksigen aktif. “Kemudian, daya oksidasi yang tinggi dari oksigen aktif menghancurkan selubung pelindung mikroba. Virus dan bakteri dinetralkan dalam proses ini, menjadikannya rentan dan tidak aktif,” tambahnya.

Dari hasil pengujian yang juga diakui SIAA, produk kaca film ini efektif terhadap semua jenis virus dan bakteri serta mampu menonaktifkan 99,9 persen virus dan bakteri yang menempel di permukaan kaca film.

Di Jepang pun, kaca film ini sudah banyak digunakan di berbagai area publik. Beberapa di antaranya seperti dipasang pada monitor layar sentuh mesin ATM dan meja resepsionis Bank (Yokohama Bank, Risona Bank, Mitsubishi Tokyo UFJ, Hiroshima Shinkin Bank), face Shield Tokyo University Hospital dan Nagoya City University Hospital, pelapis tombol-tombol pada lebih dari 10.000 vending machine, tombol lift dan saklar lampu di sejumlah gedung sekolah.

Harga                    

Kaca film ini juga memiliki tingkat transparansi yang tinggi, sehingga sangat optimal untuk jendela dan layar dengan transmitansi yang mirip dengan kaca.

Disebutkan, ICE-µ RIKEGUARD® terdiri dari RT70RG, RG70, dan RG40 untuk kaca mobil bagian depan, serta RG20 dan RG10 untuk kaca mobil bagian samping dan belakang.

“Produk kaca film anti virus dan anti bakteri ini mulai Rp 2,5 juta untuk mobil kecil, Rp 3 juta untuk mobil sedang, dan Rp 3,5 juta untuk mobil besar dengan jaminan purna jual selama 5 tahun,” ujar Arta.

Selain kaca film mobil, tersedia pula produk untuk melapisi benda-benda lainnya yang diberi nama Rivex dan Repty.

Rivex dan Repty

Varian Rivex terdiri dari Rivex KV210 yang dapat dipasang sebagai lapisan pada permukaan yang tidak rata seperti pada tombol vending machine, tombol lift, tombol ATM, partisi kaca, dan sebagainya. Varian ini memiliki ketebalan 75 µM dan mudah dipotong.

Yang kedua adalah Rivex AB yang dapat dipasang pada permukaan yang lebih rata seperti layar gadget, layar sentuh, layar monitor TV, layar ATM, partisi gedung, partisi kaca, dan sebagainya. Varian ini memiliki ketebalan 165 µM dan tahan terhadap goresan.

Produk ketiga adalah REPTY yang merupakan lapisan pelindung untuk ponsel pintar. Seperti diketahui, ponsel pintar adalah benda yang paling sering dipegang, dan bisa menjadi tempat penyebaran virus paling utama karena seringnya dipegang dan jarang dibersihkan.

Repty dapat membantu mengurangi penyebaran virus dan bakteri hingga 99,9 persen dan sekaligus menjadi pelindung layar gadget. Varian Repty AB memiliki ketebalan 295 µM dan tingkat kekerasan hingga 4H. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: