Kabar Baik LG Indonesia Perkenalkan Pembersih Udara Wearable

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Senin, 26 Oktober 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Ada kabar baik dari PT LG Electronics Indonesia (LG). Perusahaan elektronik inovatif berbasis di Korea Selatan ini bakal memboyong inovasi anyar berupa perangkat pembersih udara atau dikenal dengan air purifier.

Perangkat ini dikatakan bakal merevolusi keberadaan perangkat air purifiersaat ini. Meninggalkan bentuk portable, air purifier LG ini didesain wearable yang membuatnya dapat digunakan setiap saat termasuk beraktivitas di luar ruang.

Sayangnya, belum dipastikan waktunya, tapi LG PuriCare Wearable Air Purifier ini bakal mulai beredar di Indonesia pada akhir bulan ini. Sementara informasi lain termasuk harga akan disampaikan pada saat peluncuran perdananya nanti.

“Pada saat masyarakat mencari cara membuat aktivitas kesehariannya lebih nyaman menjadi kewajiban LG sebagai penyedia teknologi untuk dapat menawarkan solusi dengan nilai yang lebih terukur,” ujar Han Changmin, Product Director Air Solution LG Electronics Indonesia, dalam rilisnya, dilansir dari Merdeka.com (25/10/2020)

Produk yang hadir dengan nama LG PuriCare Wearable Air Purifier ini berbentuk serupa pelindung wajah yang menutupi area penapasan, yaitu hidung dan mulut. Analisis pada tekstur wajah diterapkan untuk membuat desainnya ergonomis sehingga memberikan kenyamanan penggunaan dalam durasi waktu panjang.

Sementara untuk kerja pembersihan udara, LG PuriCare Wearable Air Purifier ini dikembangkan dengan menggunakan kemajuan terbaru LG dalam teknologi pemurnian udara. Salah satunya, menggunakan dua filter H13 HEPA serupa dengan yang digunakan pada air purifier LG terkini.

Fitur Kenyamanan Pengguna

Melengkapi desainnya yang ergonomis, LG pun memberi perhatian pada kenyamananan pernapasan penggunanya. Hal ini dilakukan dengan keberadaan Dual Fan dan Respiratory Sensor.

Sementara Dual Fan memastikan penyaringan udara lebih baik dengan tiga tingkat kecepatan yang dapat diatur, Respiratory Sensor bekerja mendeteksi siklus dan volume napas pemakainya. Kedua teknologi ini mendapat daya dari keberadaan baterai yang dapat diisi ulang.

Kolaborasi kerja kedua teknologi yang dipatenkan ini membuat kipas bekerja dengan dinamika kecepatan putar secara otomatis. Kipas akan mempercepat rotasinya untuk membantu pemasukan udara saat pengambilan napas, di sisi lain akan memperlambat putarannya untuk mengurangi hambatan saat menghembuskan napas.

“Hal ini membuat pernapasan berlangsung lebih alami seolah tak menggunakan perangkat. Memberikan kenyamanan pernapasan baik dalam aktivitas biasa bahkan saat beraktivitas berat seperti saat tengah berlari,” ujar Changmin. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: