Jose Mourinho Menangis Usai Juara Conference League: Saya Tetap Di Roma

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Jumat, 27 Mei 2022

Indolinear.com, Jakarta – Jose Mourinho tak bisa menahan tangis usai membawa timnya meraih gelar juara UEFA Europa Conference League atau UECL. The Special One menegaskan, ia akan bertahan di AS Roma.

Partai final edisi perdana UEFA Europa Conference League yang menjadi kompetisi antarklub level ketiga Eropa menyajikan duel AS Roma vs Feyenoord Rotterdam.

Laga AS Roma vs Feyenoord pada final musim debut UECL tersebut digelar di Stadion Arena Kombetare Tirana, Albania, pada Kamis (26/5/2022) dini hari WIB.

AS Roma besutan Jose Mourinho berhasil mengalahkan Feyenoord dengan skor tipis 1-0.

Gol tunggal kemenangan I Giallorossi, julukan AS Roma, dicetak oleh Nicolo Zaniolo pada menit ke-32.

Bagi AS Roma, trofi juara Conference League 2022 menjadi gelar bergengsi pertama mereka setelah Coppa Italia pada musim 2007-2008.

Sementara itu, bagi Jose Mourinho, ini adalah trofi Eropa kelima yang ia raih sepanjang karier kepelatihannya.

Sebelumnya, juru taktik asal Portugal itu sudah mengoleksi trofi Piala UEFA 2003 dan Liga Champions 2004 bersama FC Porto, Liga Champions 2010 dengan Inter Milan, dan Liga Europa 2017 kala menukangi Manchester United.

Mourinho pun menjaga rekor 100 persen miliknya di final kompetisi Eropa sekaligus mengukir catatan bersejarah.

The Special One menjadi pelatih pertama yang mampu memenangi tiga level kompetisi antarklub Eropa yakni Liga Champions, Piala UEFA/Liga Europa, dan teraktual Conference League.

Selain itu, Mourinho juga mencetak rekor sebagai pelatih pertama yang mampu memenangi lima gelar kompetisi utama Eropa dengan empat tim berbeda yaitu FC Porto, Inter Milan, Manchester United, dan terkini AS Roma.

Pria yang kini berusia 59 tahun itu pun tak kuasa menahan air mata haru setelah mengantar AS Roma menjuarai Conference League 2022.

“Ada banyak hal yang berada di dalam kepala saya. Begitu banyak hal secara bersamaan,” kata Mourinho selepas laga, dikutip dari Kompas.com (26/05/2022).

“Saya berada di Roma selama 11 bulan. Saya menyadari seperti apa mereka saat saya tiba. Mereka menunggu momen seperti ini.”

“Seperti yang saya katakan kepada para pemain di ruang ganti di Turin, kami melakukan apa yang seharusnya kami lakukan, lolos ke Liga Europa. Kami melakukan pekerjaan yang hebat sepanjang musim.”

“Ini tidak berhasil dalam satu malam ini. Ini adalah sejarah. Kami harus menulis sejarah. Kami telah menulisnya,” tutur Mourinho.

Mourinho kemudian menegaskan bahwa ia tidak akan pergi dari AS Roma. Ia akan tetap bertahan dan melanjutkan proyek di klub asal ibu kota Italia tersebut.

“Sekarang saya bertahan, tidak ada keraguan. Bahkan, jika beberapa rumor muncul, saya hanya ingin tetap di Roma.”

“Kami harus memahami apa yang ingin dilakukan pemilik kami yang adalah orang-orang fantastis. Musim depan, karena ini adalah sejarah, kami dapat membangun proyek yang sangat kuat secara profesional dan jujur,” ujar Mourinho.

Jose Mourinho yang kehilangan pekerjaan di Tottenham Hotspur usai dipecat beberapa hari menjelang final Piala Liga Inggris datang ke Roma pada awal musim ini.

Di AS Roma, Mourinho mengisi tempat yang ditinggalkan oleh Paulo Fonseca.

Pada musim pertamanya melatih Roma, Mourinho berhasil mempersembahkan trofi Conference League yang menjadi gelar perdana I Giallorossi dalam sejarah kompetisi di bawah naungan UEFA. (Uli)

loading...