Jokowi Naikkan Anggaran Kartu Pra Kerja Jadi Rp 20 Triliun

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Rabu, 1 April 2020

Indolinear.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, pemerintah akan meningkatkan alokasi anggaran program Kartu Pra Kerja.

Pemerintah akan menyiapkan anggaran sebesar Rp 20 triliun, dari rencana sebelumnya Rp 10 triliun.

Sebanyak 5,6 juta orang akan menerima Kartu Pra Kerja untuk tahun anggaran 2020 ini.

“Pelaku usaha yang terdampak kasus corona saat ini, juga berkesempatan menerima manfaat Kartu Pra Kerja.

“Jumlah penerima manfaat menjadi 5,6 juta orang, terutama untuk pekerja informal serta pelaku usaha mikro dan kecil yang terdampak Covid-19,” ungkapnya, dikutip dari Tribunnews.com (31/03/2020).

Setiap orang akan mendapatkan minimal Rp 650 ribu selama 4 bulan.

“Nilai manfaatnya adalah Rp 650 ribu sampai Rp 1 juta per bulan, selama empat bulan ke depan,” jelas Jokowi.

Pemerintah juga telah mengantisipasi melonjaknya kebutuhan bahan pokok selama masa penanganan virus corona.

Alokasi anggaran sebesar Rp 25 triliun disiapkan untuk kebutuhan pokok serta operasi pasar dan logistik.

Kartu Pra Kerja ini merupakan bantuan biaya pelatihan bagi masyarakat yang ingin memiliki atau meningkatkan keterampilannya.

Pemerintah mengemas program bantuan ini sebagai upaya memberikan nilai bagi pengguna sekaligus memberikan nilai bagi sektor swasta.

Dalam Kartu Pra Kerja ini, pemerintah dan swasta bekerja sama dalam melayani masyarakat.

Tujuannya program ini bisa menciptakan sumber daya manusia yang unggul, demi kemajuan bangsa Indonesia.

Ternyata Kartu Pra Kerja ini tak hanya ditujukan untuk orang yang tengah mencari pekerjaan saja.

Para karyawan, buruh, maupun pegawai, bisa mendaftar untuk mendapatkan Kartu Pra Kerja ini.

Syaratnya, harus berusia di atas 18 tahun, dan tidak sedang menempuh pendidikan.

Para pencari kerja di usia muda menjadi prioritas utama dalam program ini.

Sebelumnya, Presiden Jokowi berharap, percepatan Kartu Pra Kerja ini juga untuk mengantisipasi para pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Selain itu, pekerja harian dan pengusaha mikro bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusianya.

“Para pekerja harian yang kehilangan penghasilan, para pengusaha mikro yang kehilangan pasar dan omzet agar dapat meningkatkan kompetensi dan kualitas SDM-nya,” ujar Jokowi.

Nantinya, para penerima kartu prakerja ini bisa mendapatkan uang sebesar Rp 1 juta per bulannya.

“Setiap peserta Kartu Prakerja akan diberikan honor atau insentif Rp 1 juta per bulan selama 3 sampai 4 bulan,” jelas Jokowi.(Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT:

Berita Menarik Lainnya