Jokowi Bertemu Presiden AS Joe Biden: Lima Menteri Mendampingi

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Rabu, 3 November 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melangsungkan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, Senin (01/11/2021).

Pertemuan Jokowi dengan Biden berlangsung selama satu jam di Scottish Event Campus (SEC), Glasgow, Skotlandia.

Dikutip dari Tribunnews.com (02/11/2021), Jokowi didampingi lima menterinya dalam pertemuan bilateral tersebut.

Mereka ialah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Jokowi dalam pertemuan tersebut membahas sejumlah penguatan kerja sama Indonesia-AS.

Presiden AS Joe Biden (kedua dari kanan) berbicara dengan Presiden Indonesia

Joko Widodo (kedua dari kiri) saat pertemuan bilateral pada Konferensi Perubahan Iklim PBB COP26 di Glasgow, Skotlandia, pada 1 November 2021.

Setidaknya ada empat poin pembahasan kedua pemimpin negara tersebut.

Pertama, Jokowi memberikan apresiasi atas kerja sama yang dilakukan selama pandemi.

Hal ini terkait penerimaan stok vaksin melalui mekanisme dose-sharing, ventilator, obat-obatan teurapeutik, hingga alat kesehatan lainnya.

Jokowi menyebut Indonesia tertarik menjadi bagian rantai pasok global di bidang kesehatan melalui pembangunan industri kesehatan Indonesia.

Kedua, Presiden Jokowi menyampaikan pentingnya untuk memperkuat kerja sama ekonomi terutama dalam pengembangan ekonomi hijau.

Jokowi mengatakan, Indonesia dapat menjadi mitra kerja sama ekonomi yang handal.

Ketiga, Jokowi dan Biden membahas mengenai perubahan iklim.

Jokowi menekankan komitmen Indonesia dalam mengurangi emisi karbon.

Dikatakannya, Indonesia telah menunjukkan hasil yang baik dalam menurunkan tingkat deforestasi secara signifikan dan tingkat kebakaran hutan yang berada pada titik paling rendah dalam 20 tahun.

“Saya akan restorasi hutan bakau hingga 600 ribu hektare dalam tiga tahun ke depan.”

“Ini akan menjadi konservasi hutan mangrove terbesar di dunia,” ungkap Jokowi.

Jokowi juga membahas mengenai sektor energi.

Ia mengatakan Indonesia mencanangkan transformasi menuju energi baru dan terbarukan, serta akselerasi ekonomi berbasis teknologi hijau.

Jokowi dalam kesempatan itu mengajak AS untuk melakukan investasi pada energi baru dan terbarukan termasuk pengembangan ekosistem mobil listrik dan baterai lithium.

“Saya harapkan dukungan AS melalui investasi yang mempercepat transisi energi, khususnya teknologi rendah karbon,” ungkap Jokowi.

Keempat, mengenai Presidensi G20 Indonesia.

Jokowi menyebut ia menghargai dukungan AS atas presidensi Indonesia yang mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger”.

Di masa presidensi setelah Italia ini, Indonesia ingin mendorong kerja sama konkret di sejumlah sektor utama.

Seperti memastikan transisi digital yang inklusif bagi pertumbuhan dan pembangunan, mendorong investasi dan alih teknologi rendah karbon yang terjangkau, serta keuangan inklusif khususnya bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perempuan, dan kelompok rentan.

“Kita harus jadikan G20 relevan tidak saja bagi anggotanya, tapi juga bagi dunia utamanya negara berkembang,” ucap Jokowi.

Tak cuma empat hal itu, Jokowi dan Biden juga melakukan tukar pikiran mengenai berbagai isu internasional.

Seperti demokrasi hingga konflik di Myanmar dan Afghanistan.

Agenda di Glasgow

Diketahui setelah KTT G20 di Italia, Presiden Jokowi dan rombongan melanjutkan kunjungan ke Glasgow, Skotlandia.

Jokowi dan rombongan tiba di Glasgow pada Minggu (31/10/2021) malam waktu setempat.

Kehadiran Jokowi di Glasgow ini utamanya untuk menghadiri KTT Pemimpin Dunia COP26 yang berlangsung pada tanggal 1-2 November 2021.

KTT yang dipimpin oleh Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson tersebut akan dihadiri oleh 121 kepala negara dan kepala pemerintahan.

Presiden menegaskan, posisi Indonesia dalam isu perubahan iklim adalah sangat konsisten.

Menurutnya, Indonesia akan terus bekerja keras memenuhi komitmen yang telah dibuat. (Uli)

loading...