Joe Biden Berencana Sumbang Setengah Miliar Vaksin Covid-19 Untuk Negara Miskin

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Minggu, 13 Juni 2021
loading...

Indolinear.com, AS – Presiden AS, Joe Biden, mengumumkan rencana Amerika Serikat menyumbangkan 500 juta dosis vaksin Covid-19 Pfizer untuk negara-negara miskin.

Biden pada Kamis (10/6/2021) mengatakan bahwa sumbangan ini merupakan bentuk tanggung jawab AS kepada dunia.

Ini juga menjadi upaya untuk menegaskan kembali kepemimpinan AS di panggung dunia.

“Amerika Serikat menyediakan setengah miliar dosis ini tanpa pamrih. Tanpa pamrih,” kata Biden di resor di Carbis Bay sebelum KTT G7.

Di sampingnya ada Kepala Eksekutif Pfizer, Albert Bourla.

“Sumbangan vaksin kami tidak termasuk tekanan untuk bantuan, atau potensi konsesi.”

“Kami melakukan ini untuk menyelamatkan nyawa, untuk mengakhiri pandemi ini, dan hanya itu,” katanya.

AS berkomitmen membeli dan menyumbangkan 500 juta dosis Pfizer untuk didistribusikan kepada 92 negara miskin dan Uni Afrika.

Penyalurannya nanti akan melalui aliansi global COVAX.

Presiden AS Biden mendapat tekanan global terkait pembagian dosis vaksin karena ada ketidaksetaraan pasokan di seluruh dunia.

Di sisi lain, permintaan vaksinasi di AS menurun drastis dalam beberapa pekan terakhir.

Pejabat AS terkait mengatakan akan mendistribusikan 200 juta dosis vaksin pada akhir tahun.

Lalu sisanya yakni 300 juta akan dikirimkan pada periode pertama tahun 2022.

Dilansir dari Tribunnews.com (12/06/2021), sumbangan AS merupakan langkah melawan vaksin Rusia dan China yang perlahan mulai memperluas pengaruh global mereka.

Diketahui ratusan juta dosis vaksin Sputnik V Rusia, serta Sinovac dan Sinopharm dari China, telah menyebar ke seluruh dunia.

Namun hanya vaksin Sinopharm yang diterima dalam program vaksin COVAX dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Banyak negara termasuk di Amerika Latin, yang secara tradisional menjadi wilayah pengaruh AS membeli sejumlah besar vaksin Rusia dan China.

Gedung Putih mengatakan telah memantau hal ini dan prihatin dengan upaya Rusia dan China menggunakan vaksin untuk membuat keuntungan geopolitik.

Pejabat pemerintah AS menyebut langkah ini adalah bagian dari upaya yang lebih luas bagi negara-negara demokrasi dunia untuk memimpin pemulihan pandemi.

“Ini jelas akan menjadi pembelian dan sumbangan terbesar vaksin Covid-19 oleh satu negara, sejauh ini, dan ini merupakan respons yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata seorang pejabat senior pemerintah kepada wartawan.

Sejauh ini pandemi Covid-19 telah menjangkiti ratusan juta orang di dunia.

Worldometers pada Jumat (11/6/2021), mencatat hingga saat ini ada 175.622.971 orang yang pernah terpapar virus corona sejak awal kemunculannya.

Sedangkan 3,7 juta penduduk dunia meninggal dunia terkait virus corona.

Adapun sebanyak 159,1 juta orang berhasil sembuh dari wabah global ini.

Rekor kasus ini diikuti India, Brasil, Prancis, Turki, Rusia, Inggris, Italia, Argentina, dan Spanyol.

Negeri Paman Sam berada di urutan pertama jumlah kematian dan kasus infeksi Covid-19 di dunia.

Tercatat ada 34,2 juta kasus infeksi dan 614.007 kematian di negara ini. (Uli)

loading...