Jerman Lockdown Ketat, Tak Ada Perayaan Natal Dan Pesta Tahun Baru

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Selasa, 15 Desember 2020
loading...

Indolinear.com, Jerman – Jerman akan melakukan lockdown atau penguncian ketat mulai pekan ini hingga Natal berlangsung.

Hal ini disampaikan Kanselir Jerman, Angela Merkel, pada Minggu (13/12/2020) setelah menyetujui kebijakan ini demi mencegah gelombang kasus Covid-19.

“Saya menginginkan tindakan yang lebih ringan. Tetapi karena belanja Natal, jumlah kontak sosial telah meningkat pesat,” kata Merkel kepada wartawan setelah pertemuan dengan para pemimpin 16 negara bagian federal.

“Ada kebutuhan mendesak untuk mengambil tindakan,” katanya, dikutip dari Tribunnews.com (14/12/2020).

Mulai Rabu ini, semua toko, tempat pelayanan jasa, dan sekolah non-esensial wajib ditutup hingga 10 Januari 2021.

Hanya toko-toko penting seperti supermarket dan apotek, serta bank, yang tetap buka pada 16 Desember.

Acara pertemuan untuk merayakan Natal diperkecil kuotanya, dari 10 orang menjadi hanya 5 orang dari dua rumah tangga yang berbeda.

Pekan ini, Merkel memohon pada warga Jerman agar membatasi kontak sosial menjelang libur panjang.

Walaupun Jerman dinilai berhasil menanggulangi wabah di awal, penguncian parsial yang dilakukan baru-baru ini justru gagal menghentikan laju gelombang dua.

Jerman, Jumat sebelumnya mencatat rekor kematian harian mencapai 598 dalam 24 jam.

Adapun langkah ketat ini dimaksudkan untuk membatasi perayaan tradisional di Jerman.

Di bawah aturan ini, tidak diizinkan bernyanyi di kebaktian Natal di gereja, minuman alkohol dilarang di semua ruang publik, dan pertunjukan kembang api saat Tahun Baru dibatalkan.

Bahkan penjualan kembang api menjelang Malam Tahun Baru juga dilarang.

Beberapa negara bagian menerapkan tindakan tambahan, seperti Bavaria, yang akan memberlakukan jam malam pukul 9 malam.

Menteri Keuangan Jerman, Olaf Scholz, menjanjikan bantuan ekonomi untuk semua bisnis yang terkena dampak penutupan.

Pada Minggu (13/12/2020), Jerman mencatat 20.200 infeksi baru, 2.000 lebih banyak daripada Minggu pekan lalu menurut Robert Koch Institute, badan pengendalian penyakit Jerman.

Jumlah infeksi keseluruhan mencapai 1.320.716.

Korban tewas bertambah 321 menjadi 21.787, data menunjukkan.

Sementara itu Worldometers per-Senin (14/12/2020) mencatat, Jerman duduk di posisi ke 16 di dunia menurut angka kasus infeksinya yakni 1,3 juta lebih.

Negara ini punya 22.406 total kematian dan 967.900 kasus sembuh.

Awal pekan ini, negara bagian barat daya Baden Württemberg mengatakan akan memberlakukan jam malam mulai Sabtu dan berlangsung hingga 10 Januari.

Orang-orang diizinkan keluar rumah hanya untuk bekerja dan periksa ke rumah sakit atau dokter, kata Perdana Menteri, Winfried Kretschmann.

Sementara itu, di negara bagian utara Schleswig-Holstein, jumlah maksimum pertemuan di ruang publik dan pribadi dikurangi.

Sama seperti aturan nasional, dari sepuluh orang dikurangi menjadi hanya lima orang dari dua rumah tangga berbeda, kata Perdana Menteri negara bagian, Daniel Günther.

Dalam rapat kabinet pada Jumat, diumumkan bahwa negara bagian federal Thuringia akan menutup toko retail mulai 19 Desember.

Kemudian siswa sekolah akan mulai pembelajaran daring pada 21 Desember, sebagai bagian dari aturan pembatasan baru. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: