Jepang Menyerah Tanpa Syarat ke Sekutu AS, Perang Dunia 2 Berakhir

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Sabtu, 3 Oktober 2020
loading...

Indolinear.com, Tokyo – Tepat 74 tahun lalu, pejabat Jepang menandatangani tindakan penyerahan tanpa syarat kepada sekutu AS, yang menandakan berakhirnya enam tahun perang dunia 2. Di hadapan 50 jenderal Sekutu dan para pejabat, utusan Jepang menaiki kapal perang Amerika Missouri di Teluk Tokyo untuk menandatangani dokumen tersebut.

Dalam waktu setengah jam setelah penandatanganan, konvoi 42 kapal AS langsung memasuki Teluk Tokyo dan mendaratkan 13.000 tentara Amerika. Komandan Tertinggi Sekutu, Jenderal AS Douglas MacArthur, berbicara kepada para pejabat di geladak kapal perang, mendesak Jepang untuk mematuhi persyaratan penyerahan yaitu “sepenuhnya, segera dan dengan setia”.

Dia melanjutkan, “Ini adalah harapan yang sungguh-sungguh dari saya dan seluruh umat manusia, bahwa mulai saat ini dunia akan menjadi lebih baik meninggalkan darah dan pembantaian di masa lalu; dunia yang didirikan di atas iman dan pemahaman dan yang didedikasikan untuk martabat manusia dan pemenuhan keinginan untuk kebebasan, toleransi dan keadilan,” seperti dilansir dari Liputan6.com (01/10/2020).

Merujuk pada serangan bom nuklir di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang, MacArthur juga mengatakan bahwa mereka telah merubah konsep perang. Dunia memiliki kesempatan terakhirnya dan jika tetap tidak menemukan sistem yang lebih besar dan lebih adil, maka akan berada terjadi akhir zaman.

Kekalahan Telak

Setelah Jepang menderita kekalahan pertamanya pada tahun 1944 oleh Filipina, pada bulan Maret 1945 Tokyo diserang oleh pembom AS. Puluhan ribu orang tewas dan sebagian besar kota itu rata dengan tanah.

Pada 6 Agustus 1945, AS kembali menjatuhkan bom atom pertama di Hiroshima dan tiga hari kemudian di Nagasaki. Kejadian itu menyatakan deklarasi perang Soviet pada 8 Agustus yang membuat Jepang dipaksa untuk menyerah yang hampir tanpa syarat.

Untuk mengakhiri pederitaan, maka berdasarkan ketentuan, Jepang akhirnya memutuskan untuk mengakhiri peperangan dengan membebaskan semua tawanan perang dan mematuhi ketentuan deklarasi Potsdam. Ia juga setuju untuk mengakui otoritas komandan tertinggi AS. Meskipun Kaisar Hirohito tetap diizinkan sebagai kepala negara simbolisis.

Pada tanggal, 15 Agustus 1945, perdana Menteri Jepang, Pangeran Higashi Kuni, menyiarkan seruan kepada rakyatnya untuk mematuhi persyaratan penyerahan diri. Dia mengatakan Jepang harus menghadapi kekalahan telak dan “menderita bahkan yang tidak tertahankan” dalam upaya untuk mematuhi proklamasi penyerahan Kaisar.

Pada tanggal 2 September 1945, ditanda tanganilah dokumen dalam upacara penyerahan diri Jepang di atas Kapal Missouri. Sekutu pun merayakan kemenangan atas Jepang pada 15 Agustus 1945 dan 2 September yang dikenal sebagai Hari V-J (Victory over Japan). (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: