Jepang Akan Keluarkan Aplikasi Pemberitahuan Otomatis Warga Yang Terinfeksi Covid-19

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Minggu, 14 Juni 2020
loading...

Indolinear.com, Jepang – Kementerian Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan Jepang minggu depan akan merilis garis besar aplikasi untuk ponsel cerdas yang memungkinkan masyarakat diberi tahu jika telah melakukan kontak berat dengan orang yang terinfeksi virus corona dalam jarak satu meter.

Setelah diketahui terjadi kontak dengan orang terinfeksi virus Corona, akan diberitahukan secara otomatis 15 menit kemudian atau lebih.

“Aplikasi ini merekam data masing-masing ketika pengguna saling mendekati pada jarak tertentu, dan ketika seseorang yang diketahui terinfeksi dengan virus corona sudah mendaftarkan informasi dalam aplikasi, maka tujuan kontak diberitahu,” papar sumber informasi, dilansir dari Tribunnews.com (13/06/2020).

Sebagai contoh A terinfeksi Corona, telah mendaftar di aplikasi tersebut dan atau telah terdaftar di Kementerian Kesehatan Jepang.

B orang yang negatif tidak terinfeksi. Lalu B bertemu A yang tidak dikenalnya dalam kereta api yang penuh sesak.

Maka aplikasi segera mengetahui hal tersebut berkat navigasi keberadaan ponsel si A dan ponsel si B, akan memberikan alarm.

Pemberitahuan dan atau notifikasi kepada B bahwa dia terdeteksi dekat, dalam jarak 1 meter dengan si A yang terinfeksi Covid-19, setelah 15 menit kemudian atau lebih.

Jarak 15 menit digunakan agar tidak mengetahui langsung siapa yang terinfeksi Covid-19 sebagai bagian perlindungan privasi di Jepang.

“Dalam kurun waktu 15 menit orang sudah berjalan jauh apalagi kalau naik kereta api. Jadi privasi ketemu dengan siapa, di mana dan jam berapa tepatnya, tidak bisa diketahui sebagai perlindungan privasi. Namun satu yang pasti dan diketahui adalah si B telah terkontak berat dari si A karena telah berada dekat dengan si A dalam radius satu meter atau kurang,” jelasnya.

Kementerian Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan Jepang mempromosikan pengembangan aplikasi karena dapat diharapkan untuk mencegah penyebaran infeksi dengan mengetahui bahwa mungkin untuk menghubungi orang yang terinfeksi, yang mengarah pada pemeriksaan PCR yang cepat, dan mengumumkan garis besarnya.

Setelah si B mendapat notifikasi tersebut, si B dapat mendaftarkan dan memberitahukan lewat aplikasi tersebut, misalnya, “Saya baru saja dapat notifikasi terkontak berat dengan seseorang yang terinfeksi covid-19.”

Dengan informasi yang diinput ke aplikasi tersebut, otomatis aplikasi akan menjawab agar si B segera memeriksakan dirinya ke rumah sakit terdekat sesuai posisi keberadaan saat terakhir dia menginput informasi catatan tersebut ke dalam aplikasi dan berupaya untuk mengisolasi diri di rumah.

Dengan demikian apabila pemilik ponsel mengakui, “Saya memiliki gejala seperti demam”, informasi kontak untuk klinik rawat jalan spesialis di dekat posisi kita berada saat itu akan ditampilkan dan akan dipandu untuk mengunjungi dokter.

Bahkan jika kita tidak memiliki gejala, jika menjawab, “Ada orang yang terinfeksi atau diduga terinfeksi, seperti anggota keluarga, teman, kolega di tempat kerja”, maka kita akan diminta untuk mengunjungi klinik rawat jalan spesialis dan akan diminta menunggu selama 14 hari di rumah.

Mempertimbangkan perlindungan informasi pribadi seperti tidak memperoleh informasi lokasi, aplikasi memiliki mekanisme yang tidak tahu kapan, di mana, dan siapa yang terkontak dengan kita sehingga tidak ada yang diidentifikasi di antara pengguna aplikasi tersbeut.

Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang akan melakukan komersialisasi aplikasi dalam minggu depan. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: