Jenis Makanan Pencegah Penyakit Jantung, Pelihara Diri Dengan Menu Sehat

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Senin, 11 Mei 2020

Indolinear.com, Jakarta – Penyakit jantung adalah kondisi ketika jantung mengalami gangguan. Gangguan itu bisa berbentuk bermacam-macam, seperti gangguan pada pembuluh darah jantung, irama jantung, katup jantung, atau gangguan akibat bawaan lahir.

Penyakit jantung menyumbang hampir sepertiga dari semua kematian di seluruh dunia. Dengan mengubah gaya hidup anda menjadi lebih sehat merupakan kunci utama untuk mencegah penyakit mematikan ini.

Salah satunya adalah dengan makanan. Dengan mengonsumsi makanan yang sehat, anda sudah berkontribusi untuk mengurangi risiko penyakit jantung dan juga meningkatkan kesehatan jantung anda.

Berikut ini, dilansir dari Merdeka.com (09/05/2020), beberapa jenis makanan yang akan mendukung kesehatan jantung anda.

Sayuran Hijau Berdaun

Jenis makanan pertama adalah sayuran hijau. Sayuran hijau berdaun seperti bayam, kangkung dan sawi terkenal dengan kekayaan vitamin, mineral, dan antioksidannya. Secara khusus, jenis makanan ini adalah sumber vitamin K yang bagus, yang dapat membantu melindungi arteri anda.

Sayuran hijau berdaun juga tinggi akan nitrat makanan, yang telah terbukti mengurangi tekanan darah, mengurangi kekakuan arteri, dan meningkatkan fungsi sel-sel yang melapisi pembuluh darah.

Beberapa penelitian juga menemukan hubungan antara meningkatkan asupan sayuran hijau berdaun dan risiko penyakit jantung yang lebih rendah. Satu analisis dari delapan studi menemukan bahwa peningkatan asupan sayuran hijau berhubungan dengan insiden penyakit jantung hingga 16% lebih rendah.

Studi lain pada 29.689 wanita menunjukkan bahwa asupan sayuran hijau yang tinggi dikaitkan dengan risiko penyakit jantung koroner yang jauh lebih rendah.

Biji-bijian Utuh

Jenis makanan yang kedua adalah biji-bijian utuh. Dibandingkan dengan biji-bijian olahan, biji-bijian utuh lebih tinggi seratnya, sehingga dapat membantu mengurangi kolesterol jahat “LDL” dan mengurangi risiko penyakit jantung.

Berbagai penelitian telah menemukan bahwa mencampurkan lebih banyak biji-bijian ke dalam makanan anda dapat bermanfaat bagi kesehatan jantung anda.

Penelitian lain menemukan bahwa makan setidaknya tiga porsi biji-bijian secara signifikan dapat menurunkan tekanan darah sistolik sebesar 6 mmHg, yang cukup untuk mengurangi risiko stroke sekitar 25%.

Beri

Jenis makanan yang ketiga adalah buah beri. Stroberi, blueberry, blackberry dan raspberry adalah jenis buah beri yang penuh dengan nutrisi penting yang memainkan peran sentral dalam kesehatan jantung.

Buah beri juga kaya antioksidan seperti anthocyanin, yang dapat melindungi tubuh terhadap stres oksidatif dan peradangan yang berkontribusi pada perkembangan penyakit jantung.

Studi menunjukkan bahwa dengan mengonsumsi banyak buah beri dapat mengurangi beberapa faktor risiko penyakit jantung.

Alpukat

Jenis makanan yang keempat adalah alpukat. Alpukat adalah sumber lemak tak jenuh tunggal yang sehat untuk jantung, yang dikaitkan dengan penurunan kadar kolesterol dan risiko penyakit jantung yang lebih rendah.

Alpukat juga kaya akan kalium, nutrisi yang penting bagi kesehatan jantung. Faktanya, hanya satu alpukat sudah dapat memasok 975 miligram kalium, atau sekitar 28% dari jumlah yang Anda butuhkan dalam sehari.

Ikan Berlemak dan Minyak Ikan

Jenis makanan yang kelima adalah ikan berlemak. Jenis ikan berlemak seperti salmon, mackerel, sarden dan tuna sarat dengan asam lemak omega-3, yang dinilai bermanfaat untuk kesehatan jantung.

Dalam satu penelitian pada 324 orang, mengonsumsi salmon tiga kali seminggu selama delapan minggu secara signifikan dapat menurunkan tekanan darah diastolik.

Studi lain juga menunjukkan hasil bahwa mengonsumsi ikan dalam jangka panjang dikaitkan dengan kadar kolesterol total yang lebih rendah, trigliserida darah, gula darah puasa, dan tekanan darah sistolik.

Tomat

Jenis makanan yang keenam adalah tomat. Tomat mengandung lycopene, pigmen tumbuhan alami dengan sifat antioksidan kuat.

Antioksidan membantu menetralkan radikal bebas berbahaya, mencegah kerusakan oksidatif dan peradangan, yang mana keduanya dapat berkontribusi pada penyakit jantung. Kadar likopen dalam darah rendah dihubungkan dengan peningkatan risiko serangan jantung dan stroke.

Satu ulasan dari 25 studi menunjukkan bahwa asupan tinggi dair makanan yang kaya likopen dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung dan stroke. Dalam studi lain pada 50 wanita yang memiliki kelebihan berat badan menemukan bahwa mengonsumsi dua tomat mentah empat kali per minggu meningkatkan kadar kolesterol HDL “baik”.

Kadar kolesterol HDL yang lebih tinggi dapat membantu menghilangkan kelebihan kolesterol dan plak dari arteri untuk menjaga jantung anda sehat dan melindungi dari penyakit jantung dan stroke.

Kacang Almond

Jenis makanan yang ketujuh adalah kacang almond. Kacang almond kaya akan nutrisi dan juga memiliki daftar panjang vitamin dan mineral yang penting untuk kesehatan jantung.

Ditambah, jenis makanan ini juga merupakan sumber lemak tak jenuh tunggal sehat dan serat yang sehat, dua nutrisi penting yang dapat membantu melindungi dari penyakit jantung.

Satu studi pada 48 orang dengan kolesterol tinggi menunjukkan bahwa makan 1,5 ons (43 gram) almond setiap hari selama enam minggu mengurangi lemak perut dan kadar kolesterol jahat LDL, di mana dua faktor ini adalah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Bawang putih

Jenis makanan yang kedelapan adalah bawang putih. Bawang putih sudah dikenal lama sebagai obat alami untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

Dalam satu studi, mengonsumsi ekstrak bawang putih dalam dosis 600-1.500 mg setiap hari selama 24 minggu sama efektifnya dengan obat resep umum yang digunakan untuk mengurangi tekanan darah.

Satu ulasan mengumpulkan hasil dari 39 studi dan menemukan bahwa bawang putih dapat mengurangi kolesterol total rata-rata 17 mg / dL dan kolesterol LDL “buruk” sebesar 9 mg / dL pada mereka yang memiliki kolesterol tinggi.

Studi lain telah menemukan bahwa ekstrak bawang putih dapat menghambat penumpukan trombosit, yang dapat mengurangi risiko pembekuan darah dan stroke.

Anda bisa mengonsumsinya dengan menghaluskannya dan biarkan selama beberapa menit sebelum dimasak. Hal ini akan membentuk allicin sehingga dapat memaksimalkan manfaat kesehatannya. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT:

INDOLINEAR.TV