Jelajahi Google Maps, Menemukan Ruangan Seram Dalam Bangunan Misterius.

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Rabu, 22 Juni 2022
Unik | Uploader Yanti Romauli

Indolinear.com, Jakarta – Selain kemudahan yang diberikannya dalam hal navigasi, Google Maps juga merupakan sumber penemuan hal aneh yang belum pernah dilihat sebelumnya.

Sesekali, penemuan aneh lewat Google Maps tersebut sampai menimbulkan perdebatan sengit di kalangan penggunanya dan juga netizen lainnya.

Salah satu penemuan tersebut baru-baru ini diunggah oleh akun TikTok @googlemapsfun yang sering membagikan video yang bikin merinding.

Dalam video berdurasi 26 detik itu awalnya memperlihatkan pemilik akun mencari koordinat sebuah tempat di Jepang melalui Google Maps, dilansir dari Dream.co.id (21/06/2022).

Setelah diperbesar, koordinat tersebut ternyata menuju ke dua bangunan raksasa berbentuk bundar dengan atap yang berbeda.

Pemilik akun kemudian memilih untuk menjelajahi bagian dalam bangunan yang memiliki garis-garis di atasnya.

Begitu masuk ke dalam, tampaklah pemandangan interior yang aneh dan menyeramkan. Suasana di dalamnya gelap.

Bagian dalam bangunan itu ternyata lebih banyak berisi lorong-lorong panjang dengan pencahayaan yang temaram.

Tidak ada bagian dalam bangunan tersebut yang memiliki kesan menyenangkan atau menakjubkan untuk dilihat.

Di dalam bangunan itu semuanya tampak sangat suram, dan penuh dengan lorong sehingga mirip dengan sebuah labirin.

Yang lebih mencengangkan lagi ketika melihat ruangan lainnya, tampak sebuah lubang raksasa menganga di atas lantai.

Lubang dengan kotak-kotak bercahaya di bagian sisi-sisinya itu tampak begitu dalam, seolah tidak ada ujungnya.

Di akhir video tampak sebuah benda seperti robot berdiri di pinggir lubang raksasa sambil menengok ke dalam.

Penemuan tersebut memicu perdebatan netizen. Sebagian mengklaim apa yang dilihat tersebut adalah The Backrooms.

Ini adalah sebuah legenda urban yang menceritakan kisah labirin tak berujung dari ruang kantor yang dibuat secara acak.

The Backrooms ditandai dengan bau karpet basah, dinding dengan warna kuning monokromatik, dan lampu pendar yang berdengung kencang.

Bagi yang penasaran dengan bangunannya, itu sebenarnya adalah taman bermain bernama Dreamland di Nara, Jepang.

Namun sebuah perusahaan realestate bernama SK Housing Corporation membeli bangunan tersebut pada tahun 2015.

Sayangnya kompleks taman bermain tersebut sekarang tidak digunakan lagi, dan dibiarkan terbengkalai begitu saja. (Uli)

loading...