Jatuhnya Pesawat Boeing 737-222 Di Washington D.C, 78 Tewas

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Kamis, 16 Januari 2020

Indolinear.com, Washington  D.C – 13 Januari 1982, sebuah pesawat maskapai Air Florida jenis Boeing 737-222 jatuh di Sungai Potomac di Washington D.C, Amerika Serikat.

Kecelakaan Air Florida Boeing 737-222 disebabkan karena cuaca yang buruk.

Lepas landas dari Bandara Washington National di Arlington, Virginia, Amerika Serikat, pesawat maskapai Air Florida membawa 74 penumpang dan 5 kru pesawat.

Letak kecelakaan Boeing 737-222 berada tak jauh dari Istana Presiden AS / White House yang berjarak 2 miles.

Akibat kecelakaan ini, 78 orang dipastikan meninggal dunia, dilansir dari Tribunnews.com (14/01/2020).

Kronologi

Pesawat lepas landas dari Bandara Washington National di Arlington, Virginia, Amerika Serikat, dengan maskapai Air Florida yang membawa 74 penumpang dan 5 kru pesawat.

Pesawat kemudian terbang kembali ke Washington dari Miami pada sore harinya.

Seharusnya pesawat kembali ke Ft Lauderdale, Florida setelah sempat berhenti sebentar.

Namun karena terdapat salju di Washington, bandara setempat untuk sementara waktu ditutup.

Saat bandara dibuka kembali, efek cuaca yang dingin membuat sebagian mesin pesawat tak berfungsi.

Namun hal tersebut dapat diatasi dengan bahan kimia anti-beku.

Kendati demikian, beberapa mesin pesawat masih tak bisa bergerak.

Pesawat dijadwalkan untuk segera lepas landas dengan mesin yang masih tak bisa bergerak.

Pihak bandara kemudian sempat menunggu selama 45 menit.

Dikarenakan tidak ingin menunda penerbangan lebih lanjut, sang pilot, Larry Wheaton tidak mau untuk menunggu lebih lama lagi.

Sang pilot juga sempat gagal menyalakan sistem ‘pembersihan es’ di mesin pesawat.

Pilot dan co-pilot tersebut dilaporkan berdiskusi membahas situasi yang sedang mendera mereka berdua.

“Pekerjaan yang sia-sia jika kita terus lakukan ini (pembersihan es). Ini sistem keamanan yang tak ada gunanya, semuanya sudah selesai”, kata co-pilot.

Sepanjang delay penerbangan, kendati telah diusahakan dengan beragam cara, es tetap menumpuk di sayap pesawat.

Mencoba untuk lepas landas, saat sampai di ujung landasan, pesawat tidak mampu terangkat ke atas.

Pesawat hanya mampu mencapai beberapa ratus kaki ketinggian saja.

Tiga puluh detik kemudian, pesawat terperosok di sebuah jalan jembatan 14th dan jatuh di Sungai Potomac yang terletak kurang dari satu mil dari landasan.

Tujuh kendaran yang sedang melintas di jembatan tersebut ikut tertabrak oleh pesawat yang akhirnya jatuh di sungai yang airnya membeku.

Berkat kejadian tersebut, 73 orang di dalam pesawat meninggal dunia akibat tabrakan dan hanya menyisakan 6 orang penumpang selamat yang berada di sungai.

Selain itu, 4 pengendara kendaraan yang tertabrak juga dilaporkan meninggal dunia.

Evakuasi

Proses evakuasi korban memakan waktu yang cukup lama.

Dikarenakan kondisi cuaca yang buruk dan lalu lintas yang buruk di Washington membuat petugas kesulitan untuk mencapai lokasi.

Sejumlah saksi melaporkan tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk membantu para korban yang terjebak di sungai yang membeku.

Akhirnya, sebuah helikopter polisi tiba di lokasi kejadian dan mulai mengevakuasi para korban.

Kisah Penyelamatan

Terdapat dua orang yang dianggap sebagai pahlawan dalam proses penyelamatan.

Mereka berdua adalah Arland Williams dan Lenny Skutnik yang dikenal sebagai ‘penumpang ke-6’ atau ‘sixth passenger’.

Williams selamat dari benturan pesawat yang menewaskan penumpang lainnya.

Namun naas, Williams meninggal dunia karena terjatuh dalam sungai yang dingin dan menjadi satu-satunya korban meninggal karena tenggelam.

Williams meninggal saat berusaha menyelamatkan korban lain yang juga ikut terjatuh dalam sungai.

Lenny Skutnik, seorang penumpang selamat lain yang menyaksikan tenggelamnya Williams, melompat ke air dan berenang untuk menyelamatkannya.

Berkat kejadian ini, Skutinik, Williams dan tim penyelamat Roger Olian menerima penghargaan Coast Guard Gold Lifesaving Medal.

Jembatan di mana Williams meninggal kemudian diberi nama Jembatan Memorial Arland D. Williams Jr. (Uli)

INDOLINEAR.TV