Jasa Raharja Telah Menyerahkan Santunan Kepada 57 Ahli Waris Korban Sriwijaya Air SJ-182

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Kamis, 4 Februari 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – PT Jasa Raharja hingga saat ini sudah menyerahkan santunan kepada 57 ahli waris korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

Diketahui, Komisi V DPR RI mengelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Rabu (3/1/2021).

Dalam RDP tersebut turut hadir Kepala BMKG, Kepala Basarnas, Ketua KNKT, Dirut PT Jasa Raharja, Dirut LPPNPI, Kepala RS Polri, dan Dirut Sriwijaya Air.

Rapat tersebut membahas soal kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

Keputusan dalam rapat tersebut, satu di antaranya Komisi V DPR RI meminta agar PT Jasa Raharja segera menyelesaikan penyerahan santunan kepada keluarga korban kecelakaan pesawat SJ-182 sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menyikapi hal tersebut Dirut PT Jasa Raharja Budi Rahardjo S mengatakan pihaknya sudah menyalurkan santunan kepada 57 ahli waris korban Sriwijaya Air SJ-182.

“Santunan Jasa Raharja sebagai bentuk Perlindungan Dasar Pemerintah sesuai Peraturan Menteri  keuangan RI Nomor 15 Tahun 2017 sebesar Rp 50 juta telah diserahkan kepada 57 korban dari 58 korban yang telah teridentifikasi,” kata Budi Rahardjo dalam keterangan yang diterima, dilansir dari Tribunnews.com (03/02/2021).

Menurutnya ahli waris 57 korban Sriwijaya Air SJ-182 yang sudah menerima santunan tersebut tersebar di 13 Propinsi dan 25 Kota/Kabupaten di seluruh Indonesia.

“Sampai dengan hari ini Rabu (3/2/2021) petugas Jasa Raharja secara aktif masih terus berkoordinasi dan bergabung dengan posko Tim DVI Polri di RS Bhayangkara R Said Sukanto Kramat Jati Jakarta Timur untuk memantau identifikasi korban dan menindaklanjuti korban yang teridentifikasi,” katanya.

Budi Rahardjo mengajak semua pihak untuk mendoakan agar seluruh korban Sriwijaya Air SJ-182 bisa secepatnya bisa teridentifikasi.

“Mari kita bersama-sama mendoakan yang terbaik semoga proses identifikasi seluruh korban dapat segera selesai dan hak santunan korban dapat segera kita serahkan pada kesempatan pertama,” kata Budi. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: