Janji PSI Jadikan Depok Kota Layak Pemuda

tribunnewscom/indolinear.com
Rabu, 1 November 2017
loading...

Indolinear.com, Depok – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI memberikan  penghargaan kepada 10 kabupaten dan kota di Indonesia sebagai Kota Layak Pemuda 2017.

Dari 10 kabupaten dan kota itu, Depok tidak masuk ke dalam kategori Kota Layak Pemuda.

Menanggapi hal ini, Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Depok, Ferry Batara menyesalkan hal tersebut.

Sebab, katanya, setelah 18 tahun Depok berdiri dan memiliki sumber daya pemudanya yang melimpah, tetapi tidak menjadi kota layak pemuda.

“Ini bukti belum ada keseriusan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Depok membangun pemudanya. Ke depan, Partai Solidaritas Indonesia Kota Depok sebagai partainya anak muda, ingin menjadikan Depok kota layak pemuda. Juga sebagai bukti kehadiran PSI di Depok,” kata Ferry.

Menurut Ferry, selama ini pihak yang berwenang dengan urusan kepemudaan di Depok masih kurang mendengar aspirasi dari para pemuda. “Padahal hanya sedikit tuntutan dari pemuda di Depok yang jika diseriusi sebenarnya dapat diwujudkan,” katanya.

Ia mencontohkan pembangunan GOR Basket dan Stadion Bola, sudah lama diminta oleh para pemuda, namun hingga sekarang tak jelas juntrungannya.

“Bahkan sampai para pemuda urunan atau patungan untuk mendukung pembangunan GOR Basket di Depok” kata Ferry.Lebih jauh lagi, Ferry menyinggung program-program yang dijanjikan penguasa Depok dari periode sebelumnya, hingga yang berjalan kini belum maksimal.

“Capaiannya dan tujuan dari programnya tak terukur dengan terang-benderang. Jadi program pemuda masih hanya sebatas retorika dari para calon pengusa di Depok,” kata dia.

Karenanya kata Ferry, para pemilih pemuda mestinya jangan tertipu lagi dengan retorika-retotika tanpa memperhatikan rekam jejak calon penguasa yang sebenarnya minim keberpihakannya dengan pemuda pada Pemilu 2019 nanti.

Seperti diketahui ada 10 kabupaten dan kota di Indonesia mendapat penghargaan Kota Layak Pemuda. Yakni Kabupaten Bantaeng (Sulawesi Selatan), Kota Bandung (Jawa Barat), Kota Jakarta Utara (DKI Jakarta), Kota Makassar (Sulawesi Selatan), Kota Padang (Sumatera Barat), Kota Tangerang (Banten), Kota Ternate (Maluku Utara), Kota Banda Aceh (Aceh), Kota Pontianak (Kalimantan Barat), dan Kota Tangerang Selatan (Banten).

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menjelaskan, tiga kriteria utama yang menjadi bahan penilaian yaitu anggaran daerah yang berpihak untuk pengembangan pemuda, serta ada atau tidaknya fasilitas kepemudaan di daerah dan adanya regulasi kepemudaan. (Gie)