Jangan Terlalu Sering Memoles Kaca Mobil, Ini Alasannya

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Minggu, 8 Agustus 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Kaca mobil sesekali perlu dibersihkan dengan perawatan khusus agar memberikan pandangan optimal saat berkendara. Karena kaca mobil yang berjamur dan kotor dapat mengganggu visibilitas.

Untuk membersihkan kaca, sudah tersedia beragam produk di pasaran. Isinya berupa cairan yang berfungsi untuk menghilangkan kotoran atau jamur. Apakah aman terus-menerus kaca diberikan cairan pembersih?

Hadyatma Pratama, pemilik BOSS Car Wash Depok, menjelaskan ada beberapa hal yang patut diperhatikan saat menggunakan pembersih kaca mobil.

Menurutnya, pembersih kaca mobil memang digunakan untuk menghilangkan kotoran di kaca, namun idealnya hanya digunakan untuk pembersihan jamur saja.

“Kalau untuk pembersih kaca bagusnya fokus sama jamur saja,” katanya kepada Otosia, dilansir dari Liputan6.com (06/08/2021).

Selain itu pembersih kaca mobil juga dapat menghilangkan baret di kaca. Tapi jangan terlalu sering terutama dengan alat poles. Sebab lapisan terluar kaca dapat tergerus dan tidak bisa menerima pantulan cahaya dengan optimal.

“Kalaupun mau menghilangkan baret saya sarankan jangan terlalu sering. Apalagi pakai mesin poles yang biasa digunakan untuk poles kaca. Intinya, kaca yang sering dipoles menggunakan mesin pasti akan menipis,” jelas Adyt, sapaan akrab Hadyatma Pratama.

Terik Matahari

Di sisi lain, Adyt menambahkan sebaiknya menghindari membersihkan kaca mobil di bawah terik matahari. Pasalnya zat kandungan pembersih kaca akan menurun kualitasnya apabila terkena sinar matahari dan meninggalkan noda di kaca.

Untuk memilih pembersih kaca yang baik, dia menyarankan memakai produk glass polish. Cara pakainya cukup mudah, sama seperti memakai pembersih kaca lainnya. Hanya dibutuhkan lap bersih atau memakai mesin poles.

“Di pasaran sekarang ada yang namanya glass polish (cairannya agak kental). Itu bisa diaplikasikan dengan cara menggosok pakai tangan dengan lap microfiber ataupun dengan mesin poles,” imbuhnya.

Hanya saja perlu dipastikan kembali bahwa produk yang digunakan sesuai kondisi kaca kendaraan masing-masing.

“Pastikan obat yang dipilih cocok untuk semua jenis kendaraan,” tutupnya. (Uli)