Jaga Stabilitas Harga, Pemkot Tangsel Gelar Bazar Ramadhan

FOTO: Eksklusif Diskominfo Tangsel for indolinear.com

Indolinear.com, Tangsel – Kenaikan harga bahan pangan digolongkan sebagai inflasi komponen bergejolak, karena sifatnya yang mudah dipengaruhi oleh masa panen. Permintaan masyarakat yang meningkat, gangguan alam, harga komoditas bahan pangan domestik dan internasional.

Oleh karena itu hampir semua daerah melakukan intervensi kebijakan operasi pasar atau bazar untuk menjaga stabilitas harga pangan pokok dan strategis.

Salah satunya, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) melalui Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) yang menyelenggarakan kegiatan bazar dalam rangka Hari besar Keagamaan Nasional di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Serpong, Tangsel pada Rabu, 15 Mei 2019.

Kepala DKP3 Kota Tangsel, Nur Slamet, menjelaskan kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahunnya melalui jejaring keamanan pangan.

“Kami menyediakan 39 stand yang menjual bahan pokok seperti sayuran cabai, tomat, kol, buncis, bawang dan lainnya yang langsung diambil dari petani di Ciwidey Bandung. Sehingga harganya sangat murah,” ungkap Nur.

Selain itu, ada juga beras medium seharga 8.500 perkilo dan beras premium 10.000 perkilo. Untuk daging kerbau dibanderol 80.000 perkilo dan Telor 21.000.

Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari hingga Jumat 17 Mei 2019. Diharapkan warga dapat memanfaatkan bazar murah ini.

“Pelaksanaan bazar ini merupakan cikal bakal terbentuknya Toko Tani Indonesia (TTI) center di Tangsel. Tahun depan ada dua strategis kegiatan yakni TTI center dan Lab mini. Kita sudah punya 51 TTI center di Kecamatan dan Kelurahan, insyallah akan dibuat kajiannya,” kata Nur.

Kedepananya untuk menekan harga akan membuat TTI center dan membuat agen, sehingga teman-teman bisa belajar melalui TTI ini. TTI hadir diberbagai tempat untuk memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau dan berkualitas.

“TTI bisa menjual dengan harga murah dan berkualitas, karena produknya didatangkan langsung oleh Gabungan Kelompok Tani.

Kami potong mata rantai distribusi pangan yang terlalu panjang, sehingga harganya bisa lebih murah,” ujarnya.

Sementara Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, mengungkapkan, p\Pemkot akan memperbanyak TTI di Tangsel, dikarenakan harga produk mahal karena berbagai faktor baik dalam pengiriman dan lainnya.

“Produk mahal biasanya karena jalan-jalan dulu, kami ingin memperpendek jalur birokrasi dari produk tersebut, sehingga harganya pun terjangkau,” ungkapnya.

Dirinya akan mempersingkat perputaran jarak, sehingga harga yang dijual tidak terlalu tinggi. Murahnya harga bahan pokok disebabkan oleh penjualannya yang langsung didapat dari petani.

“Harusnya harganya lebih murah, contohnya cabai karena dia dateng langsung tidak muter-muter jadi lebih murah. Satu bungkus di sini Rp 5 ribu, di pasar Rp 10 sampai Rp 15 ribu,” ucapnya setelah melihat-lihat Bazar Ramadhan.

Airin berharap bazar ini dapat dirasakan langsung oleh warga Tangerang Selatan untuk memenuhi kebutuhan di bulan puasa.

Bagi masyarakat Tangerang Selatan yang belum sempat datang ke Bazar Ramadhan, dapat datang esok hari lantaran Bazar Ramadhan ini digelar mulai tanggal 15 – 17 Mei 2019.

Selain DKP3 Tangsel, Bazar Ramadan akan dilaksanakan di seluruh Kecamatan di Tangsel pada 21 Mei 2019.(ADV)

Informasi seputar kegiatan Pemerintah Kota Tangsel lainnya silakan klik: https://tangerangselatankota.go.id.