Jadi Objek Riset, Sembilan Kucing Paling Berjasa Dalam Ilmu Pengetahuan

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Minggu, 9 Agustus 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Kucing adalah binatang yang paling populer untuk dijadikan peliharaan di samping anjing. Kucing sendiri seakan-akan punya ‘sihir’ untuk membuat manusia akan selalu menyukainya dengan berbagai tingkah imut dan menggemaskannya.

Tak hanya dipelihara, namun ternyata kucing juga sudah jadi sahabat ilmu pengetahuan sejak dahulu. Mulai dari menemani para ilmuwan untuk menjalani riset, atau bahkan justru jadi objek penelitian itu sendiri.

Jadi sahabat manusia dan juga berjasa dalam hal ilmu pengetahuan, berikut deretan kucing-kucing yang tanpa mereka, ilmu pengetahuan tak akan seperti sekarang, dilansir dari Merdeka.com (08/08/2020).

Kucing kloning pertama

Pada 2001, Operation CopyCat dari Texas dan A&M University berhasil melahirkan kucing bernama CC, hewan peliharaan kloning pertama di dunia. CC sendiri adalah kepanjangan dari Carbon Copy, seperti fitur yang kita temukan di email.

Kucing ini dikloning dari seorang kucing betina ‘belang telon’ berjenis kaliko bernama Rainbow, lalu dimasukkan ke sel telur yang nukleusnya telah diambil, lalu memasukkan embrio tersebut ke Allie, seorang induk pengganti atau Surrogate.

Meski identik secara gen, CC dan Rainbow sama sekali tak mirip. Hal ini memang biasa dalam kondisi alamiah kucing yang mengalami perubahan ‘bungkus’ DNA ketika masih di dalam kandungan. CC sendiri masih hidup hingga tahun 2011, dan melahirkan beberapa anak kucing.

Kucing yang membantu astronom paling penting di dunia sains

Edwin Hubble, seorang astronom yang menginisiasi Hukum Hubble yang menyebut alam semesta ini akan makin luas dan juga jadi nama teleskop luar angkasa, ternyata adalah seorang pecinta kucing. Bahkan sepucuk surat yang ditulis sang istri, menyebutkan bahwa sang kucing, Nicolas Copernicus, membantu dirinya menemukan rahasia dari Hukum Hubble.

Dalam foto yang disimpan oleh Huntington Library di San Marino, California, terlihat Hubble sedang memeluk kucingnya yang sepertinya sedang mencari kehangatan.

Kucing sebagai analogi telegraf nirkabel Einstein

Sebuah legenda yang dipercaya semua orang, menyebutkan bahwa Albert Einstein menggunakan kucing sebagai analogi untuk menjelaskan cara kerja telegraf.

Hal ini dijelaskannya dengan menyebut telegraf adalah seperti kucing yang sangat panjang: ketika kucing ini ditarik ekornya di New York, kepalanya yang sedang di Los Angeles akan mengeong. Radio pun demikian. mengirim sinyal di satu tempat, di tempat lain yang jauh sinyal tersebut diterjemahkan jadi sebuah pesan.

Kucing mata-mata

Tak perlu alat-alat canggih seperti James Bond, di tahun 60an CIA meluncurkan operasi mata-mata menggunakan kucing. Benar, CIA mencoba melatih kucing untuk menguping percakapan Rusia.

Dengan sebuah mikrofon yang dipasang di telinga dan transmitter yang dipasang di dekat leher dan antena di ekor si kucing, agen kucing siap beraksi. Sayangnya, ketika bertugas, dia tertabrak taksi.

Kucing bionik pertama

2010 lalu, Oscar jadi kucing pertama yang dipasang kaki palsu yang secara langsung dikaitkan ke tulang pergelangan kakinya. Teknologi yang bernama intraosseous transcutaneous amputation prosthetics, atau ITAP ini, meniru struktur dari tanduk rusa yang memadukan tekstur seperti daging dan logam di sebuah segel ketat.

ITAP sendiri yang sebenarnya adalah teknologi tulang prostetik untuk hewan peliharaan, sempat diuji coba ke manusia dan hasilnya positif. Dokter menyebut ‘kaki palsu yang ditanam jauh lebih nyaman ketimbang yang bisa dilepas.’

Kucing menyala dalam gelap

Pada 2011, ilmuwan mencoba untuk membuat seekor kucing bisa ‘glow in the dark’ atau menyala dalam gelap. Hal ini bukan kegiatan iseng, namun ilmuwan menemukan bahwa gen yang bisa menyala dalam gelap adalah gen yang mungkin kebal terhadap AIDS.

Ilmuwan bermaksud untuk membuat kucing ini jadi kucing yang kebal atau ilmuwan menyebutnya dengan sebutan ‘Feline Immunodeficiency Virus.’ Jika kucing ini memang benar kebal, hal ini mungkin jadi salah satu solusi dari pencegahan HIV AIDS untuk manusia.

Kucing gravitasi nol

Di tahun 1947, sebuah pertanyaan tentang kucing mulai mengganggu: apakah kucing selalu mendarat dengan kakinya? Pemikiran ini muncul karena dalam kondisi apapun, kucing akan mendarat dengan keempat kakinya. Bahkan dalam kondisi jungkir balik.

Pertanyaan ini cukup mengganggu Pemerintah Amerika Serikat, yang akhirnya lewat Aerospace Medical Division membawa dua kucing ke penerbangan parabolik yang membuat penumpangnya pada gravitasi nol. Ternyata, kucing tak selalu mendarat dengan kakinya. Tapi mungkin sang kucing malang kaget karena dia tiba-tiba bisa melayang.

Kucing bertinju

Mungkin kucing bertinju adalah sebuah judul yang akan lebih cocok jadi ‘meme’ ketimbang sebuah hal yang ilmiah. Namun kucing bertinju adalah tonggak sejarah adanya video.

Di tahun 1892, kelompok yang dipelopori oleh Thomas Alfa Edison menemukan Kinetograph, yang merupakan bentuk sederhana dari video kamera. Akhirnya sebuah video kucing pertama muncul dari alat ini, dan video tersebut adalah video kucing sedang bertinju.

Kucing pertama di luar angkasa

Di tahun 1963, Pemerintah Prancis punya ide untuk mengirim kucing ke luar angkasa dan memeriksa keadaan otaknya. Akhirnya, 13 ekor kucing dilatih berbagai kegiatan, salah satunya untuk adaptasi di ruang kompresi dan sentrifugal.

Lalu pada 18 Oktober 1963, 13 kucing yang salah satunya bernama Felicette, diluncurkan melalui sebuah pesawat kapsul dan dilontar oleh roket bernama French Veronique AG1. Ketika di pesawat, berbagai instrumen elektroda untuk menganalisa aktivitas otak terpasang di kepala kucing-kucing tersebut.

Ketika sudah hampir sampai di luar angkasa, roket dilepaskan agar kapsul jatuh ke Bumi dengan parasut.

Felicette dan kawan-kawan selamat dari proyek ini. Namun mereka semua harus dieutanasia untuk menganalisa lebih lanjut dari perubahan neural otak mereka.

Sebagai kenang-kenangan, Pemerintah Prancis membuat kartu pos resmi berupa foto Fellicette. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: