ITC BSD Ternyata Belum Miliki Ijin Usaha Pusat Perbelanjaan

Selasa, 16 Februari 2016

Indolinear.com, Tangsel – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan pengawasan, monitoring, dan pembinaan kepada Supermarket yang ada di Kota Tangsel.

Kegiatan tersebut dilakukan secara mendadak yang bertujuan untuk memastikan ijin berjualan, ijin edar barang, kualitas barang dan lainnya sesuai dengan aturan yang berlaku.

Pada Senin, (15/2/2016) Disperindag Kota Tangsel melakukan pemeriksaan mendadak di Giant Serpong dan Carrefour ITC BSD, Kecamatan Serpong, Kota Tangsel.

Sekretaris Disperindag Kota Tangsel Malik Kuswari mengatakan kegiatan tersebut akan dilakukan sampai dengan akhir Maret yang akan menyasar pusat perbelanjaan dan Toko Modern di seluruh Tangsel.

Dikedua tempat tersebut pihaknya memeriksa makanan yang dijual serta dokumen perijinan yang dimilikinya serta perijinan terhadap penggunaan air bawah tanah.

“Sidak ini lebih mengarah kepada pembinaan, hal yang dilanggar agar segera diperbaiki,” ujarnya

Pada sidak pertama, pihaknya memulai di Giant Serpong.  Disana ditemukan berbagai makanan yang akan masuk masa kadaluarsa namun masih berada di display dengan dijual dalam bentuk diskon. Padahal dalam peraturan minimal satu bulan sebelum kadaluarsa barang tidak boleh dijual.

Disana juga terdapat makanan dari luar negeri yang tidak sesuai label halal dengan aturan MUI Indonesia. Selain itu terdapat mainan yang tidak mencantumkan logo Standar Nasional Indonesia (SNI).

Pihaknya juga memeriksa roti yang dibuat dan dijual langsung di toko, ternyata diketahui terdapat roti yang tidak memiliki ijin produksi dan ijin edar.

Semua hal yang tidak memenuhi syarat ini ternyata juga ditemukan di Carefour ITC BSD. Seperti ijin edar, label SNI, label halal, dan lainnya.

“Kami sarankan barang yang telah diperiksa untuk tidak dijual kembali dan melakukan rekomendasi atas pemeriksaan kami. Dalam rangka melindungi hak konsumen,” ujar Malik.

Yang mencengangkan dari sidak tersebut adalah pusat Belanja ITC BSD serta Toko Modern Carefour selama ini tidak memiliki ijin usaha toko Modern (IUTM) Serta Ijin Usaha Pusat Perbelanjaan (IUPP) sejak diekeluarkannya aturan Peraturan daerah Kota Tangsel No 4 tahun 2014 tentang perijinan tempat usaha.

“Ya menurut staf kami diketahui belum adanya ijin usaha,” ujarnya.

Sementara, Kabid Perindustrian Ferry Payacun mengatakan bahwa tidak adanya ijin tersebut merupakan kesalahan fatal yang dilakukan pelaku usaha untuk itu dikarenakan pihaknya saat ini dalam rangka pembinaan maka memberikan kesempatan untuk menyelesaikannya dalam waktu satu bulan.

Setelah itu apabila diperiksa kembali masih melakukan yang sama maka akan diberikan peringatan kedua, ketiga sampai ancaman menutup tempat usaha.

“Ada tidak lanjut dan tahapannya akan kami pantau kedepannya,” ujar Ferry

Kepala Toko Carrefour ITC BSD Taufik mengatakan pihaknya akan kordinasi dengan atasannya dan kantor pusat, pihaknya menyatakan perijinan tersebut sedang dalam tahap proses pembuatannya.

“Hasil pemeriksaan akan disampaikan kepada pusat, dan akan diselesaikan,” ujarnya.

Ditempat yang sama Deddi Wirman General Service dari ITC BSD menyatakan bahwa pihaknya sudah mengurus dokumen tersebut sejak 2 bulan yang lalu, dan akan segera menyelesaikannya. “Saat ini sedang kami proses perijinannya,” ujarnya singkat. (sophie)

 

loading...