Israel Menemukan Cap Kuno Gubernur Yerusalem Berusia 2.700 Tahun

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Kamis, 10 Januari 2019

Indolinear.com, Yerusalem – Arkeolog Israel menemukan stempel tanah liat berusia 2.700 tahun. Mereka menduga cap tersebut berasal dari gubernur Yerusalem kala itu. Pasalnya, barang langka ini bertuliskan “Milik Gubernur” dalam bahasa Ibrani kuno.

Otoritas Kepurbakalaan Israel mengatakan, artefak itu kemungkinan menempel pada barang kiriman atau barang yang dikirim sebagai suvenir atas nama gubernur.

Dalam stempel yang berukuran sebesar kancing baju itu, terlihat seperti ada dua pria berdiri saling berhadapan seperti sedang becermin, mengenakan pakaian bergaris sembari berlutut. Benda purbakala itu ditemukan di dekat alun-alun Tembok Barat, di Kota Tua Yerusalem.

“Temuan ini mendukung terjemahan Biblical (Alkitab) tentang keberadaan gubernur di Yerusalem pada 2.700 tahun silam. Gubernur Yerusalem, yang ditunjuk oleh dua raja, disebutkan dua kali di dalam Bible (Alkitab),” ujar arkeolog Dr Shlomit Weksler-Bdolah, seperti dikutip dari Liputan6.com (08/01/2019).

Weksler-Bdolah menjelaskan bahwa peran gubernur kala itu sejajar dengan wali kota pada hari ini. Peran tersebut tertuang dalam Alkitab Ibrani: Dalam era 2 raja, Joshua terdaftar sebagai gubernur kota pada zaman Hizkia (Hezekiah), dan dalam 2 Tawarikh (Chronicles), Maaseiah terdaftar sebagai gubernur kota pada zaman Yosia (Joisah).

“Alkitab menyebutkan dua gubernur Yerusalem, dan temuan ini dengan demikian mengungkapkan bahwa posisi semacam itu benar-benar dipegang oleh seseorang sekitar 2.700 tahun yang lalu,” imbuh Weksler-Bdolah.

Stempel kuno ini ditemukan saat para arkeolog memeriksa debu dari struktur First Temple yang terletak 100 meter di barat laut Tembok Barat. Lokasi ini telah digali oleh Otoritas Kepurbakalaan Israel sejak 2005.

Situs yang menghadap alun-alun Tembok Barat itu dulunya diperuntukkan sebagai rumah masa depan dari Western Wall Heritage Foundation’s Beit HaLiba. Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menangguhkan museum kontroversial tersebut dengan alasan keamanan pada tahun 2015.

Akan tetapi, mengingat temuan yang beredar di lokasi penggalian itu sangat signifikan, maka pelestarian tempat tersebut dilakukan. Tujuan utamanya untuk menjaga warisan sejarah dari First Temple.

Stempel pertama ditemukan terkubur dalam debu, setelah Otoritas Kepurbakalaan Israel mengeruk bangunan First Temple untuk menyuntikkan bahan pelestarian. Debu yang jatuh di antara batu-batu kuno dibawa ke laboratorium IAA untuk diayak.

Setelah stempel kuno itu bersih, benda tersebut langsung ditunjukkan kepada Wali Kota Yerusalem Nir Barkat. Kebetulan saat itu dia sedang berkunjung ke Davidson’s Center, di dekat Tembok Barat. Setelah penelitian ilmiah stempel tersebut usai, stempel akan dipamerkan sementara waktu di kantor wali kota.

“Yerusalem adalah salah satu ibu kota terkuno di dunia, yang sudah lama dihuni oleh Yahudi selama lebih dari 3.000 tahun. Hari ini kita memiliki hak istimewa, berjumpa dengan orang-orang yang ingin membangun dan mengembangkan kota ini. Kami bersyukur bisa tinggal di sini, di kota yang memiliki masa lalu yang amat indah,” ungkap Barkat. (Uli)