Islandia Gelar ‘Upacara Pemakaman’ Bagi Gletser Pertamanya Yang Hilang

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Kamis, 22 Agustus 2019

Indolinear.com, Islandia – Sebuah upacara pemakaman tak biasa baru-baru ini digelar oleh sejumlah warga Islandia.

Bukan untuk memakamkan seseorang yang telah meninggal dunia, pemakaman kali ini ditujukan kepada sebuah gletser.

Mengutip laman Tribunnews.com (21/08/2019), Islandia menggelar upacara pemakaman untuk gletser pertamanya yang hilang akibat perubahan iklim pada Minggu (18/08/2019).

Tentu ini menjadi peringatan besar bagi kita semua bahwa perubahan iklim dan pemanasan global semakin mengkhawatirkan.

Gletser yang hilang tersebut merupakan Gletser Okjokull yang dulunya memiliki luas 6,2 mil persegi.

Upacara permakaman dilakukan dengan penuh haru.

Anak-anak menaruh plakat memorial pada tanah di mana Gletser Okjokull berada dan dulunya melapisi gunung berapi yang dapat didaki selama dua jam.

Sekitar 100 orang, termasuk politisi, ilmuwan, peneliti, dan jurnalis mendaki dan hadir dalam permakaman tersebut.

Di antaranya ada Perdana Menteri Islandia Katrin Jakobsdottir dan mantan Presiden Republik Irlandia Mary Robinson, serta beberapa kolega dari Amerika Serikat.

Para hadirin dalam upacara pemakaman Gletser Okjokull sejenak mengheningkan cipta, serta mendengarkan puisi dan pidato politik mengenai mendesaknya upaya yang dibutuhkan untuk mengatasi perubahan iklim.

Gletser Okjokull yang seringkali disebut Gletser Ok mencakup luasan 6,2 mil persegi atau sekitar 16 kilometer persegi pada 1890.

Bahkan, Gletser Okjokull menjadi salah satu sumber air bersih bagi penduduk Islandia.

Namun, seiring keberadaannya yang semakin menghilang akibat perubahan iklim, Okjokull dicoret dari status gletser pada 2014.

Pada 2012, ukuran luas Gletser Okjokull menyusut drastis, hingga tinggal 0,7 kilometer persegi, menurut laporan dari University of Iceland pada 2017.

Ahli gletser Islandia Oddur Sigurdsson bersama Badan Meteorologis Islandia mengatakan kepada AFP, “Kami memutuskan bahwa (Gletser Okjokull) bukan lagi gletser hidup, melainkan hanyalah es mati, gletser ini sama sekali tidak berkembang dan bergerak.”

Oddur juga membawa ‘sertifikat kematian’ pada upacara memorial ini.

Sertifikat berupa plakat ini bertuliskan peringatan bahwa semua gletser di muka Bumi akan punah dalam waktu 200 tahun mendatang apabila laju perubahan iklim tidak dihentikan.

Peringatan tersebut ditulis dalam bahasa Islandia dan bahasa Inggris.

Berikut isi plakat dalam sertifikat kematian Gletser Okjokull:

“A letter to the future”

“Ok is the first Icelandic glacier to lose its status as a glacier.”

“In the next 200 years, all our glaciers are expected to follow the same path.”

“This monument is to acknowledge that we know what is happening and what needs to be done.”

“Only you know if we did it.”

“August 2019”

“415ppm CO2”

Inilah terjemahan plakat tersebut:

“Sebuah surat untuk masa depan”

“Ok adalah gletser Islandia pertama yang kehilangan statusnya sebagai gletser.”

“Dalam waktu 200 tahun mendatang, semua gletser kita diperkirakan akan bernasib sama.”

“Monumen ini dibangun untuk mengakui bahwa kita tahu apa yang sedang terjadi dan apa yang harus dilakukan”

“Hanya kalian yang tahu apakah kita memang mengupayakannya.”

“Agustus 2019”

“415ppm CO2”

Terlihat jelas dalam plakat tersebut, sebutan “gletser” ditiadakan dan hanya tertera Ok, yang merupakan kependekan dari Okjokull.

Sementara itu, tulisan “415ppm CO2” mengindikasikan level karbondioksida tertinggi yang terukur di atmosfer pada Mei 2019 lalu.

Para ilmuwan telah memperingatkan, ratusan lapisan es lainnya di pulau sub-Arktik berisiko mengalami hal yang sama dengan Gletser Okjokull.

Plakat ‘kematian’ Gletser Okjokull merupakan “Monumen pertama bagi sebuah gletser yang hilang akibat perubahan iklim di mana pun di dunia,” menurut Cymene Howe, seorang Profesor Muda Antropologi dari Rice University di Texas, AS.

“Dengan mengenang hilangnya sebuah gletser, kami ingin menekankan apa yang hilang atau mati di seluruh dunia, serta menarik perhatian pada fakta bahwa ini adalah sesuatu yang telah ‘dicapai’ manusia, meskipun ini bukanlah sesuatu yang bisa kita banggakan,” lanjut Cymene.

Setiap tahunnya, Islandia diperkirakan kehilangan 11 miliar ton es dan para ilmuwan khawatir, semua gletser di Islandia yang berjumlah lebih dari 400 akan menghilang pada tahun 2200.

Sementara itu, perlu diketahui gletser mencakup 11 persen dari wilayah Islandia. (Uli)