Iseng Nyate Memakai Knalpot Lamborghini, Mesin Mobil Rusak Rp1 M

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Kamis, 15 Juli 2021
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Biasanya orang-orang akan membakar sate dengan arang atau bara kayu. Namun, mereka yang memiliki uang berlebih dan sebuah mobil mewah dengan kapasitas mesin besar punya cara membuat sate tersendiri.

Dikutip dari Dream.co.id (13/07/2021), sekelompok pria di Hunan, Tiongkok, berkumpul di sekitar mobil Lamborghini berwarna oranye. Mereka memutuskan untuk membakar sate dari semburan api knalpot berhawa super panas itu.

Dalam video yang diunggah giphy.com, seorang pria bertugas memegangi setusuk sate daging babi. Dia menaruhnya di depan knalpot. Sementara si pemilik menginjak pedal gas terus-menerus sehingga knalpotnya memanas dan mengeluarkan bara.

Mesin Garang Bikin Sate Jadi Garing

Ternyata, kekuatan ekstrem Lamborghini membuat mereka rentan terhadap panas berlebih, setidaknya ketika seseorang terus-menerus menginjak gas saat diparkir.

Tanpa tahu cara membuat mesin menjadi dingin, tiba-tiba tangki air meledak dan mobil sport mahal itu diselimuti asap putih. Pendingin mulai bocor dari bawah kendaraan sehingga semua yang menonton aksi tersebut terpaksa mundur hingga uapnya mereda.

Biaya Perbaikannya Miliaran

Sohu melaporkan biaya perbaikan Lamborghini akibat ulah iseng bakar sate ini diperkirakan sekitar 500 ribu yuan (Rp1,12 miliar). Ini adalah harga yang harus dibayar untuk keisengan mereka.

Meskipun begitu, pemilik mobil dan teman-temannya tidak terlihat kesal, melainkan mereka terlihat tersenyum juga tertawa saat berjuang untuk mendorong mobil ke truk derek

Warganet Gemas

Tentu saja hal ini membuat warganet gregetan. Video tersebut menjadi viral di Tiongkok minggu lalu, memicu kemarahan publik.

Banyak di antaranya mencela sikap pengemudi muda tersebut, mengklaim bahwa ia dengan santai merusak mobil yang hanya bisa diimpikan oleh kebanyakan orang Tiongkok.

Yang lain menyebutnya sebagai contoh kurangnya prinsip untuk hidup sehat, yang ditunjukkan oleh banyak pemuda generasi kedua yang lahir dalam kekayaan. (Uli)