Inilah Yang Menyebabkan Banjir Susah Surut Di Tangerang

FOTO: liputan6.com/indolinear.com/indolinear.com
Sabtu, 8 Februari 2020

Indolinear.com, Kota Tangerang – Walikota Tangerang Arief R Wismansyah ungkap kendala dalam penanganan luapan Kali Ledug dan anak sungai lain yang terhubung, sehingga menyebabkan banjir yang menggenangi ratusan rumah warga di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, hingga saat ini masih tinggi.

“Kemarin siang itu, informasi dari Kabid OP Balai Besar Sungai Ciliwung-Cisadane, arus air di bawah jembatan Jalan Raya Kutabumi kecepatan aliran airnya melamban, 0.5 meter/detik,” kata Arief, dilansir dari Liputan6.com (07/02/2020).

Lalu setelah jembatan, kecepatan aliran airnya langsung mengarah ke angka 1.15 meter/detik. Sehingga ada kelambatan sekitar 0.5 meter/detik di bawah jembatan tersebut. Petugas pun memyimpulkan, aliran air melamban lantaran terhalang jembatan yang ranahnya berada di wilayah Kabupaten Tangerang.

“Untuk itu, kami segera tindaklanjuti temuan ini dengan pihak terkait, agar hambatan ini bisa diatasi,” kata Walikota Arief.

Dia juga mengusulkan kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane, agar Sungai Cirarab yang melintas di wilayah Kecamatan Periuk dapat segera dinormalisasi.

“Sebelumnya kita sudah ajukan rencana normalisasi sungai,” terang Arief.

Kiriman Air dari Hulu

Pengajuan tersebut bukan tanpa alasan mengingat kapasitas Sungai Cirarab dirasa kurang memadai saat menerima kiriman air dari hulu, terlebih di saat memasuki musim penghujan sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Seperti sekarang akhirnya air limpas ke perumahan. Padahal sudah ada turap yang dibangun di sepanjang wilayah Kecamatan Periuk,” kata Arief. (Uli)

INDOLINEAR.TV