Ini yang Terjadi Ketika King Cobra Gigit Botol Air Mineral

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Minggu, 14 November 2021
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Semua orang tahu bahwa king cobra merupakan binatang yang mematikan. Jika sampai digigit binatang melata yang satu ini, kemungkinan besar seseorang bakal menemui ajal.

King cobra menyerang mangsa maupun lawannya dengan bisa yang dimasukkan lewat gigitan. Gigi taring king cobra akan mengucurkan bisa maut ke tubuh mangsa yang digigitnya.

Sekali gigit, bisa yang dikeluarkan oleh king cobra melalui taringnya cukuplah banyak. Bisa tersebut bahkan disebut mampu membunuh seekor gajar raksasa sekaligus.

Bagi kalian yang masih penasaran bagaimana king cobra melumpuhkan mangsanya dengan bisa, lihatlah video yang diunggah oleh akun TikTok @hariz0610.

Dalam video itu terlihat dua orang mencoba menunjukkan bagaimana king cobra mengeluarkan bisanya. Mereka memeragakan proses itu dengan alat botol plastik bekas air mineral.

Lihat Rekaman CCTV Rumah Saat Pulang Kampung, Mama Muda Kaget Ada Bayangan Putih di Ruang Tam, dilansir dari Dream.co.id (12/11/2021).

Satu orang dalam video itu memegang kepala king cobra. Satu lainnya memegang botol transparan. Tak lama kemudian, kedua orang itu mendekatkan kepala king cobra dan botol tersebut.

Dengan cepat, king cobra yang sudah membuka mulut itu menggigit botol tersebut. Taring king cobra itu segera menancap ke salah satu sisi botol plastik tersebut.

Setelah beberapa saat, terlihat cairan kuning mengalir ke dalam botol transparan itu. Cairan itu merupakan bisa king cobra yang merupakan racun mematikan.

Jumlahnya tidaklah sedikit. Dalam video itu terlihat bisa berwarna kuning itu berkumpul di dasar botol.

Bisa king cobra merupakan racun neurotoksik yang dapat menimbulkan masalah penglihatan, kesulitan menelan dan berbicara, kelemahan otot, gagal pernapasan, muntah, serta sakit perut.

Korban gigitan king cobra dapat berhenti bernapas hanya 30 menit setelah digigit. Korban gigitan ular dapat terselamatkan bila diberikan anti venom (anti bisa ular). Anti bisa ular tersedia di rumah sakit, khususnya di kota-kota besar.

King cobra merupakan spesies ular berbisa terpanjang di dunia. Meskipun ada ular lain dengan racun yang lebih kuat, jumlah neurotoksin yang dapat dikeluarkan king cobra dalam satu gigitan sudah cukup untuk membunuh 20 orang atau satu gajah.

Racun neurotoksin king cobra memblokir neurotransmitter kimia yang terhubung pada jaringan otot dan mengendalikan kontraksi. Dari Analisis kimia racun king cobra, ada protein baru yang dikenal sebagai ohanin.

Protein ini terbilang unik yang dimiliki king cobra. Paparan toksin dalam jumlah kecil yang diuji coba pada tikus menimbulkan efek neurologis yang mencakup hiperalgesia dan hiperlokasi.

Hyperalgesia mengacu pada peningkatan kepekaan terhadap rasa sakit, sedangkan hiperlokasi yang menghambat aktivitas tindakan dan fisik. (Uli)