Ini Profil Andrew Johnson, Presiden Amerika Serikat Pertama Yang Dimakzulkan

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Minggu, 22 Desember 2019
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Andrew Johnson adalah Presiden Amerika Serikat ke-17. Andrew Johnson lahir di Raleigh, North Carolina, Amerika Serikat pada 29 Desember 1808.

Andrew Johnson merupakan anak bungsu dari pasangan Jacob Johnson dan Mary “Polly” McDonough.

Sang ayah yang bkerja sebagai portir di sebuah penginapan meninggal saat Andrew Johnson berausia tiga tahun.

Andrew Johnson tumbuh dalam keluarga yang serba kekurangan, bahkan Andrew Johnson tidak pernah bersekolah.

Pada 1826, Andrew Johnson dan keluarganya pindah ke Tenesse dan di sana Johnson mulai membangun usaha menjahit, dilansir dari Tribunnews.com (20/12/2019).

Tahun selanjutnya, Andrew Johnson menikahi Eliza McCradle yang merupakan putri dari seorang pembuat sepatu.

Pasangan ini memiliki lima orang anak.

Eliza jugalah yang mengajarkan Andrew Johnson untuk membaca dan menulis serta matematika.

Seiring waktu, kehidupan Andrew Johnson menjadi cukup makmur untuk membeli properti dan mengakuisisi beberapa budak Afrika-Amerika, yang bekerja di rumahnya.

Andrew Johnson meninggal di usia 56 pada 31 juli 1975 setelah menderita setroke saat mengunjungi keluarga di Carter County, Tennessee.

Johnson dimakamkan di Greeneville dengan bendera Amerika dan salinan Konstitusi.

Masuk ke Politik

Karier politik Andrew Johnson dimulai pada 1829, ketika ia terpilih menjadi anggota dewan kotapraja di Greeneville.

Johnson menjadi walikota Greeneville pada 1834, dan terpilih tahun berikutnya di badan legislatif negara bagian Tennessee, tempat ia menghabiskan sebagian besar tahun 1830-an dan awal 1840-an.

Pada 1843, Johnson terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat AS.

Sementara di Kongres, Johnson memperkenalkan apa yang akan menjadi Undang-Undang Homestead, yang memberikan bidang tanah publik yang belum dikembangkan kepada pemukim (akhirnya disahkan pada tahun 1862).

Johnson meninggalkan Kongres pada 1853 untuk menjadi Gubernur Tennessee.

Kemudian pada 1857 Johnson meninggalkan jabatannya sebagai Gubernur Tennesse untuk duduk di Senat AS.

Sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat pada tahun 1840-an dan 50-an, Johnson menganjurkan RUU wisma untuk menyediakan pertanian gratis bagi warga miskin.

Selama krisis pemisahan diri, Johnson tetap berada di Senat bahkan ketika Tennessee memisahkan diri, yang membuatnya menjadi pahlawan di Utara dan pengkhianat di mata sebagian besar orang Selatan.

Menjadi Presiden             

Pada 1862 Presiden Abraham Lincoln mengangkat Andrew Johnson menjadi Gubernur Militer Tennessee, dan Johnson menggunakan negara sebagai laboratorium untuk rekonstruksi.

Pada 1864, Johnson yang seorang Southerner dan seorang Demokrat dicalonkan menjadi Wakil Presiden.

Setelah kematian Lincoln, Presiden Johnson melanjutkan untuk merekonstruksi bekas Negara Konfederasi sementara Kongres tidak dalam sesi pada tahun 1865.

Johnson mengatakan akan memaafkan semua orang yang akan bersumpah setia, tetapi mengharuskan para pemimpin dan orang kaya untuk mendapatkan pengampunan Presiden khusus.

Pada saat Kongres pada bulan Desember 1865, sebagian besar negara bagian selatan direkonstruksi, perbudakan dihapuskan, tetapi “kode hitam” untuk mengatur orang-orang bebas mulai muncul.

Andrew Johnson Dimakzulkan

Andrew Johnson menjadi presiden Amerika Serikat pertama yang dimakzulkan.

Hal itu berawal dari keputusunannya untuk memecat Sekretaris Perang Edwin Stanton pada tahun 1867.

Keputusan Johnson itu melanggar Tenure of Office Act karena memecat pejabat tanpa mendapatkan izin Senat.

Awalnya, Johnson menangguhkan jabatan Stanton dan menggantikannya.

Akan tetapi, ketika Kongres turun tangan dan mengembalikan Stanton, Johnson memecatnya pada 21 Februari 1868.

Tiga hari kemudian, pada 24 Februari 1868, DPR AS memenjarakan Johnson dan mendapatkan dukungan sebanyak 126 suara.

Menurut DPR AS, Johnson telah melanggar hukum dan mempermalukan Kongres AS.

Dari Maret hingga Mei 1868, Senat mengadili kasus Johnson dan akhirnya memilih untuk membebaskannya. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: