Ini Potret Letkol Untung Pemimpin G30S PKI Jelang Dieksekusi Mati

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Minggu, 26 September 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Peristiwa G30S/PKI tentu menjadi kenangan kelam bagi masyarakat Indonesia. Meski begitu, sejarah terkait peristiwa tersebut masih ramai dibahas hingga sekarang. Terlebih pada aktor-aktor yang terlibat dalam G30S/PKI.

Salah satunya yakni Letkol Untung Syamsuri. Seorang prajurit TNI yang sempat membanggakan bangsa. Namun kebanggaan tersebut langsung hilang seketika saat mengetahui dia adalah pimpinan G30S/PKI. Akibat perbuatannya, dia dijatuhi hukuman eksekusi mati.

Melansir dari Merdeka.com (24/09/2021), simak ulasan potret Letkol Untung jelang eksekusi mati berikut ini.

Divonis Hukuman Mati

Dalam persidangan Mahkamah Militer, Letkol Untung terbukti bersalah. Atas aksinya menculik dan membunuh para Jenderal dalam peristiwa G30S/PKI. Letkol Untung lantas divonis hukuman mati.

Eksekusi dilakukan oleh regu tembak polisi militer. Hukuman tersebut dilaksanakan di Lembang, Jawa Barat pada tahun 1967.

Menariknya, hingga menjelang eksekusi, Letkol Untung masih percaya jika nyawanya masih selamat. Hal ini lantaran dia merasa kedekatannya dengan Soeharto mampu membatalkan putusan hukuman mati yang diterimanya.

Teriakan Lantang Untung

Dia akhirnya harus menghadapi regu tembak di Lembang. Sebelum para eksekutor menerjangkan peluru ke tubuhnya, Untung sempat meneriakan sesuatu.

“Hidup Bung Karno!,” teriaknya lantang dengan mata tertutup kain.

Sempat Jadi Kebanggaan Bangsa

Letkol Untung Syamsuri yang saat itu masih Mayor sempat menjadi kebanggaan bangsa. Hal ini atas keberaniannya dalam operasi penumpasan pasukan TNI di Irian Barat.

“Foto langka Mayor Untung Syamsuri. Setelah kembali dari bertugas di Irian Barat tahun 1962,” tulisnya dalam keterangan foto.

“Saat itu Mayor untung Syamsuri menjadi kebanggaan Kodam Diponegoro atas keberaniannya yang luar biasa, Dalam Operasi penumpasan pasukan TNI di Irian Barat,” ungkapnya.

Dapat Bintang Sakti

Penghargaan itu diberikan oleh Presiden Soekarno. Tidak sendiri, Letkol Untung juga bersama ratusan prajurit TNI, Polri hingga sukarelawan Irian Barat.

“Hingga Ia mendapatkan bintang Sakti dari Presiden Soekarno, bersama dengan ratusan prajurit TNI, Polri dan sukarelawan/sukarelawati Irian Barat,” sambungnya.

Kebanggaan Hilang Seketika

“Namun kebanggaan tersebut hilang seketika ketika Untung Syamsuri (pada tahun 1965 berpangkat Letkol) memimpin gerakan 30 September (Terkenal dengan G30S/PKI),” jelasnya.

“Menculik dan membunuh 6 pejabat teras dan satu perwira pertama TNI AD,” lanjutnya. (Uli)