Ini Orang Yang Pertama Kali Makan Di Luar Angkasa

brilionet/indolinear.com
Jumat, 24 November 2017
loading...

Indolinear.com – Di tahun-tahun sejak eksplorasi luar angkasa dimulai pada tahun 1950-an, telah banyak dokumentasi peristiwa yang unik-unik. Salah satunya kisah Astronot John Glenn yang membawa sebuah catatan pada penerbangannya. Bunyi catatan itu seolah menegaskan jika para astronot harus siap dengan keadaan apa saja.

“Saya orang asing. Aku datang dengan damai. Bawa saya ke pemimpin Anda dan akan ada hadiah besar untuk Anda,” bunyi catatan itu dalam beberapa bahasa sebagai antisipasi kalau dia mendarat di dekat beberapa pulau Samudra Pasifik selatan dikutip dari Brilio.net (22/11/2017).

John Glenn yang meninggal pada 2016 di usia 95 tahun, populer sebagai orang Amerika pertama yang mengorbit bumi. Pada tanggal 20 Februari 1962, Glenn menerbangkan misi Friendship 7. Dia mengelilingi Bumi tiga kali dalam empat jam, 52 menit dengan kecepatan lebih dari 17.000 mph. Hal itu membuat Amerika menjadi pemain serius dalam perlombaan eksplorasi luar angkasa.

Sebelum bergabung dengan NASA, Glenn adalah seorang pilot tempur terkemuka di Perang Dunia II dan Perang Korea dengan berbagai medali serta penghargaan. Dia juga salah satu dari Mercury Seven: pilot uji militer yang dipilih pada tahun 1959 oleh NASA sebagai astronot pertama Amerika Serikat.

Lebih unik lagi, John Glenn juga mencatatkan diri sebagai orang yang makan pertama kali di luar angkasa. Menurut Times, Glenn memakan makanan pasta seperti daging sapi dan sayuran dengan saus apel. Pada saat itu tidak dijelaskan apakah konsumsi dan penyerapan nutrisi dimungkinkan dalam keadaan gravitasi nol. Namun Glenn melaporkan pencernaan makanan di tubuhnya relatif mudah.

Lebih lanjut, para astronot mengaku tidak memiliki masalah dengan mengunyah atau menelan tapi menganggap makanannya tidak terlalu enak. Konsumsi makanan Glenn membuktikan bahwa orang bisa makan, menelan, dan mencerna makanan di lingkungan dengan gravitasi nol.

Selama misi luar angkasa, para astronot memang diberi porsi 2.500 kalori per hari, kurang dari asupan kalori biasa sebanyak 3.000 kalori. Makanan astronot mengandung rata-rata 51 persen karbohidrat, 32 persen lemak, dan protein 17 persen. (Uli)