Ini Klarifikasi Kolektor Amerika Beli Batu Meteor Warga Sumut

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Senin, 23 November 2020
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Belum lama ini banyak diberitakan di media massa dan viral di media sosial, tentang pemberitaan batu meteor milik Josua Hutagulung. Pria asal Dusun Sitahan Barat, Desa Satahi Nauli, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara (Sumut) itu menjualnya dengan harga yang fantastis.

Kabar adanya kolektor asal Amerika, Jared Collins, membeli batu meteor milik Josua ini jadi sorotan bahkan hingga ke media asing. Yang menghebohkan, batu meteor ini sempat diberitakan dibeli dengan harga hingga Rp26 miliar. Namun, kabar itu sudah dibantah oleh Josua, yang mengaku jika batunya dibeli dengan harga Rp200 juta.

Terkait viralnya pemberitaan ini, baru-baru ini Jared Collins memberikan tanggapan melalui perwakilannya di Jakarta sekaligus memberikan klarifikasi. Melansir dari Merdeka.com (22/11/2020), berikut klarifikasi Jared Collins terkait pemberitaan pembelian batu meteor dengan harga fantastis ini.

Kronologi Pembelian Batu Meteor Milik Josua

Jared Collins pertama kali mengetahui tentang kabar adanya batu meteor yang menimpa rumah Josua ini pada 7 Agustus 2020 lalu. Ia dihubungi oleh temannya yang juga merupakan penggemar meteorit yang tengah berada di Amerika. Ia diminta membantu temannya ini untuk bisa mendapatkan batu meteor milik Josua.

Tertarik dengan kisah unik penemuan batu meteor ini serta minatnya pada meteorit membuatnya akhirnya setuju untuk membantu koleganya di Amerika. Ia pun kemudian diminta untuk melihat dan memeriksa keaslian meteorit yang ditemukan Josua dan melindungi meteorit tersebut dari kemungkinan kerusakan dan kontaminasi yang mungkin terjadi akibat penanganan meteorit yang tidak tepat.

Tentang Kesepakatan Harga

Ternyata, kesepakatan harga batu meteor ini dilakukan oleh Josua dengan kolega Jared yang ada di Amerika  melalui komunikasi langsung. Sedangkan Jared tidak terlibat dalam penetapan harga batu tersebut.

Joshua menetapkan harga yang langsung disetujui oleh rekan Jared dan transaksi dilakukan. Jared pun kemudian berangkat ke Sumut dan bertemu dengan Joshua untuk melihat keaslian meteorit tersebut untuk selanjutnya dikirim kepada koleganya yang berada di Amerika.

Bantah Kabar yang Beredar di Media Soal Harga

Atas kabar yang beredar luas tentang nominal pembelian batu meteorit ini, Jared memastikan bahwa angka yang disebutkan itu sama sekali tidak benar dan tidak tepat. Di mana hanya kedua belah pihak antara Joshua dan koleganya saja yang mengetahui.

Ia menegaskan, jumlah yang dibayarkan/diterima bukanlah Rp200 juta atau harga yang terlalu dibesar-besarkan sejumlah Rp25 milyar yang dilaporkan di seluruh dunia. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: