Ini Enam Mitos Soal Makanan Beku Yang Keliru

FOTO: detik.com/indolinear.com
Minggu, 1 Mei 2022

Indolinear.com, Jakarta – Makanan beku sering dianggap tak sehat. Selain itu, ada beragam mitos lain yang menyertai makanan beku. Enam mitos berikut sebaiknya tak lagi dipercaya.

Makanan beku jadi stok makanan andalan di kulkas banyak rumah tangga. Makanan beku disukai karena sifatnya praktis, tahan lama, dan rasanya juga enak.

Ada beragam jenis makanan beku, mulai dari buah dan sayuran, daging sapi dan ayam, hingga berbagai makanan kemasan. Semuanya bisa dijadikan stok berminggu-minggu hingga berbulan-bulan lamanya.

Menyimpan stok makanan beku bakal memudahkan kegiatanmu saat di dapur. Tidak perlu sering belanja, kamu hanya perlu mengeluarkannya dari kulkas sebelum mengolahnya.

Namun makanan beku disertai dengan berbagai mitos yang menyertainya. Sebut saja soal nutrisinya yang sering dianggap jauh lebih buruk dibanding makanan segar. Faktanya, makanan beku bisa jauh lebih bernutrisi.

Lalu ada mitos soal makanan beku yang katanya hanya perlu disiram dengan air panas saja untuk melumerkannya, padahal hal ini tidak tepat dari segi pengolahan.

Dilansir dari Detik.com (30/04/2022) merangkum 6 mitos soal makanan beku yang keliru dan sebaiknya tak lagi kamu percaya. Berikut informasinya:

  1. Tidak boleh membekukan makanan beku yang sudah dilumerkan

Sering terjadi, makanan beku yang sudah dilumerkan masih bersisa dan ingin disimpan lagi di freezer. Namun beberapa orang khawatir praktik ini membahayakan kesehatan. Faktanya, kamu bisa membekukan lagi makanan beku yang sudah dilumerkan.

Hanya saja tekstur makanan tak akan maksimal lagi karena kehilangan banyak kelembapan dalam proses pelumeran. Lalu perhatikan juga durasi makanan berada di suhu ruang. Jangan pernah membekukan lagi makanan beku yang sudah dilumerkan dan didiamkan selama lebih dari 2 jam di suhu ruang karena bakteri-bakteri mungkin tumbuh.

  1. Semua makanan bisa dibekukan agar tetap fresh

Mitos makanan beku ini masih banyak dipercaya dimana semua makanan dianggap bisa dibekukan agar kualitasnya bertahan lebih lama. Nyatanya tak seperti itu. Beberapa makanan tidak cocok dimasukkan ke dalam freezer.

Makanan itu adalah produk berbasis krim dan makanan yang tinggi kandungan air. Ada cream cheese, yogurt, sour cream, custard, buah melon mentimun, selada, hingga seledri yang sebaiknya tidak dibekukan.

Produk makanan berbasis krim cenderung akan memisah teksturnya saat dibekukan, sedangkan makanan tinggi kandungan air bakal lembek ketika nanti dilumerkan.

Untuk mengakalinya, kamu bisa menyimpan makanan tinggi air yang sudah dimasak sebelum dibekukan. Misal, sup dengan mentimun atau seledri yang sudah matang bisa dibekukan sebelum nantinya dilumerkan dan dipanaskan kembali untuk dimakan. Tekstur mentimun dan seledrinya tidak akan lembek.

  1. Makanan beku bisa dilumerkan dengan disiram air panas

Banyak orang memilih melumerkan makanan beku dengan menyiramnya menggunakan air panas. Mereka yakin cara ini efektif, padahal tidak. Hal ini justru bisa menyebabkan kematangan yang tidak merata nantinya.

Jika kamu menyiramkan air panas ke makanan beku, beberapa bagian di dalamnya mungkin tetap beku, namun luarnya sudah lumer. Hal ini menyebabkan kematangan yang tidak merata dan pencairan tidak efektif.

Cara terbaik untuk mencairkan makanan beku adalah dengan memindahkan makanan dari freezer ke cooler (bagian bawah) lemari es atau rendam dalam air dingin. Untuk cara kedua, pastikan mengganti airnya setiap 30 menit! Hal ini untuk menghindari lumernya makanan pada suhu kamar, yang dapat mempercepat pertumbuhan bakteri.

  1. Makanan beku tinggi sodium dan bahan pengawet

Tak sedikit orang yang mencap buruk nutrisi makanan beku. Pada buah dan sayuran beku misalnya, dianggap ditambahkan banyak bahan pengawet untuk memperpanjang masa simpannya.

Faktanya tak perlu ada penambahan bahan pengawet atau sodium untuk membuat makanan beku bisa bertahan lebih lama. Membekukan makanan sudah menjadi teknik tersendiri untuk mencapai hasil itu.

  1. Aman menaruh makanan beku di kemasan aslinya

Mitos makanan beku selanjutnya adalah meyakini tak mengapa menyimpan makanan beku di kemasan aslinya. Misal pada kentang goreng, setelah kamu mengeluarkan beberapa untuk digoreng, kamu membiarkan sisa kentang goreng pada kemasan aslinya dan menaruh lagi di freezer.

Cara ini sebaiknya tak dilakukan karena tak semua kemasan makanan beku itu kedap udara. Tujuannya adalah menghindari risiko kontaminasi makanan. Disarankan untuk kamu memindahkan makanan beku ke wadah bersih dan kedap udara sebelum memasukkannya ke freezer.

  1. Makanan beku tak sesehat makanan segar

Perlu diluruskan bahwa makanan beku tak selamanya lebih kurang bernutrisi dibanding makanan segar. Nyatanya, makanan segar kehilangan nutrisinya seiring waktu, sedangkan makanan beku bisa mempertahankan kandungan nutrisi di dalamnya.

Hal ini berlaku untuk bahan makanan segar. Berbagai vitamin dan mineral dalam buah, sayur, daging ayam, hingga daging sapi akan terjaga kualitasnya selama dibekukan. Hal serupa tidak bakal terjadi saat kamu menaruhnya di suhu ruangan. (Uli)