Ini Delapan Teori Konspirasi Aneh Dan Terdengar Remeh

liputan6com/indolinear.com
Selasa, 7 November 2017
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Dalam kurun waktu belakangan ini, berita nyata dan palsu menjadi semakin rancu. Jadi jangan heran kalau cukup banyak teori konspirasi pun bermunculan.

Misalnya tentang pembunuhan Presiden John F. Kennedy di Amerika Serikat, tuduhan George W. Bush sebagai dalang 9/11, rahasia pendaratan UFO di Area 51, ataupun peran kelompok Illuminati dalam politik global.

Dilansir dari Liputan6.com (06/11/2017), sejumlah teori konspirasi berikut ini terdengar remeh, tapi para penganutnya amat mendukung. Semoga teori-teori berikut ini bukan kenyataan:

  1. Menahan Penyembuhan Kanker

Ini adalah salah satu teori konspirasi yang paling menyakitkan hati. Mereka yang percaya pada teori ini meyakini bahwa penyembuhan kanker dalam bentuk apapun sebenarnya telah ditemukan beberapa dekade lalu, tapi disembunyikan oleh beberapa pihak dalam pemerintahan ataupun perusahaan.

Alasan persembunyian itu adalah agar perusahaan farmasi dapat terus meraup untung melalui perawatan kanker daripada penyembuhannya. Dengan demikian, menurut teori konspirasi ini, penyembuhan hanya disediakan bagi mereka yang mampu membayar amat mahal.

  1. Skema Perbankan Elektronik

Yang satu ini termasuk salah satu teori konspirasi paling ruwet. Menurut para penganut teori konspirasi ini, sejak masa Renaisans Italia telah ada siasat penggunaan manipulasi finansial untuk memperbudak banyak manusia.

Menurut teori ini, semua dimulai ketika terjadi penggantian mata uang dari emas dan perak menjadi uang kertas. Sejak itu, si dalang siasat tersebut perlahan menggiring orang dari uang kertas kepada kartu kredit.

Akhirnya, dunia akan beralih dari kartu kredit kepada monetisasi dalam bentuk daring sepenuhnya, misalnya seperti yang dilakukan oleh Apple Pay ataupun penerima pembayaran elektronik sejenisnya.

Menurut para penganutnya, akan mudah bagi segelintir orang untuk meraup sebanyak-banyak kekayaan di dunia sehingga memperluas perbudakan.

Tidak sedikit kelompok di dalam masyarakat yang ternyata mempercayai teori bumi datar ini. Para penganutnya mendukung dugaan bahwa Bumi ini datar. Menurut mereka, citra-citra satelit, penerbangan global, dan bukti berdasarkan gravitasi adalah tipuan (hoax) yang diciptakan agar orang percaya bahwa Bumi ini bulat.

Tidak jelas apa alasan di belakang teori ini, tapi, seandainya benar, maka diperlukan begitu banyak bukti untuk membuktikan bahwa teori itu salah. Bukan hanya itu. Jika benar, maka teori itu menggugurkan bukti dan penelitian ilmiah selama ratusan tahun.

  1. Pengintaian oleh NSA

Hasil investigasi Gemalto tidak menunjukkan bahwa penyadapan yang dilakukan NSA dan GCHQ tersebut benar terjadi.

Pernah ada teori konspirasi bahwa badan keamanan nasional Amerika Serikat (National Security Agency, NSA) melakukan penyadapan terhadap warga AS.

Yang menarik, pada awal tahun lalu NSA mengungkapkan bahwa mereka menggunakan telepon genggam dan televisi pintar untuk mengintai warga secara perseorangan.

Dengan dalih keperluan pencegahan serangan teror, NSA menguping kata-kata dan istilah-istilah tertentu untuk mencirikan orang yang berpotensi menjadi teroris.

Tapi NSA mengaku bahwa lembaga itu menggunakan teknologi hanya untuk membasmi kegiatan teroris, walaupun waktu juga yang akan menceritakan apakah acara ini kemudian dipakai untuk tujuan-tujuan lain.

  1. Hambatan Bagi Mobil Bersih Polusi

Leaf ternyata dapat diretas, terutama fungsi-fungsi yang bisa dikontrol menggunakan ponsel.

Ada beberapa versi teori konsprasi, tapi pada dasarnya semua mengikuti tema yang sama. Disebutkan bahwa perusahaan-perusahaan penghasil bahan bakar minyak (BBM) menyembunyikan rencana-rencana pembuatan mesin mobil yang digerakkan oleh sumber energi berkelanjutan, semisal fusi dingin, angin, dan sejumlah lainnya.

Teori ini terdengar konyol, misalnya karena sudah mulai ada mobil-mobil listrik. Tapi jangan lupa bahwa para petinggi Exxon masuk penjara karena membayar kelompok-kelompok peneliti untuk menghasilkan penelitian palsu yang meyebutkan bahwa perubahan iklim buatan manusia tidaklah nyata.

  1. Si Pemburu Vampir, Abraham Lincoln

Teori konspirasi yang satu ini mungkin terdengar paling nekat. Berdasarkan film Abe Lincon Vampire Hunter (atau sebaliknya, film itu muncul berdasarkan teori ini), maka Presiden Abraham Lincoln di AS adalah seorang pembunuh terlatih melawan vampir.

Di AS, pelajaran sejarah mengungkapkan bahwa pihak Konfederasi mampu memperpanjang Perang Sipil hingga beberapa tahun, walaupun lebih kesulitan dalam hal keuangan maupun jumlah. Karena itu, munculah tudingan adanya bantuan dari para vampir yang memungkinkan pasukan Konfederasi bertahan sedemikian lamanya.

  1. New World Order

Lukisan di dinding menggambarkan kejayaan perdamaian atas peperangan. Dengan petunjuk tersembunyi yang mengarah kepada ‘New World Order’. (News.com.au)

Hampir semua teori konspirasi bicara tentang subyek tertentu. Tapi teori konspirasi tentang keberadaan Tata Dunia Baru (New World Order, NWO), beranggapan bahwa semuanya dalam masyarakat adalah suatu teori konspirasi.

Mereka yang percaya pada teori ini beranggapan ada segelintir orang yang mengendalikan semua aspek dalam masyarakat global. Kelompok yang dinamai NWO tersebut menggunakan uang dan pengaruh mereka untuk mengendalikan pemerintah, kelompok agama, dan kelompok industri.

Semuaya demi tujuan agar semua penduduk dunia tetap berada di bawah kekuasaan mereka. Jika teori ini benar, maka semua upaya yang kita lakukan adalah sia-sia belaka.

  1. Penulisan Ulang Sejarah

Dari sejumlah teori konspirasi yang dijabarkan di sini, yang satu ini mungkin tergolong yang paling menakutkan. Ada beberapa teori konspirasi tentang revisi sejarah, tapi semuanya berkisar pada gagasan adanya suatu kekuatan yang mengutak-atik lini masa sejarah agar sesuai dengan kebutuhan mereka.

Dengan demikian, mereka sekedar mengganti urutan atau menghapus kejadian-kejadian penting agar mengedepankan ideologi politis mereka. Misalnya, ada sekelompok orang yang mengaku bahwa Kekaisaran Romawi dibentuk sebelum Kota Yunani yang revolusioner.

Menurut para penganut teori itu, kota-negara Yunani, yang adalah bentuk demokrasi murni, merupakan evolusi alamiah dari suatu kekaisaran yang gagal, yaitu suatu Republik yang mirip dengan dengan pengertian republik di masa kini. (Uli)