Ini Cara Justin Gaethje Untuk Jadi Legenda UFC

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Senin, 1 Juni 2020
KONTEN MILIK PIHAK KETIGA. BERISI PRODUK BARANG, KESEHATAN DAN BERAGAM OBAT REPRODUKSI. MARI JADI PENGGUNA INTERNET SEHAT DAN CERDAS DENGAN MEMILAH INFORMASI SESUAI KATEGORI, USIA DAN KEPERLUAN.
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Petarung UFC asal Amerika Serikat (AS), Justin Gaethje, percaya diri untuk mengincar predikat legenda di dunia mixed martial arts.

Kepercayaan diri tersebut muncul tak lepas dari keberhasilan Justin Gaethje memutus rekor 12 kemenangan beruntun milik Tony Ferguson yang telah bertahan selama tujuh tahun terakhir.

Setelah berhasil mengalahkan Tony Ferguson pada UFC 249, Gaethje juga mengincar duel melawan tiga petarung elite lain. Ketiganya adalah Khabib Nurmagomedov (Rusia), Conor McGregor (Republik Irlandia), dan Dustin Poirier (AS).

Gaethje percaya, kemenangan atas Ferguson plus mengalahkan ketiga petarung tersebut, akan memberi pengaruh positif terhadap popularitasnya sekaligus membuatnya dapat menyandang status legenda di UFC.

“Itu semua yang saya butuhkan. Setelah itu semua, saya menjadi legenda,” kata Gaethje, dilansir dari Kompas.com (31/05/2020).

“Saya akan menghasilkan banyak uang, kemudian itu bisa membuat saya mengendalikan nasib sesuai keinginan saya,” ucap dia menambahkan.

Sesuai janji Presiden UFC Dana White, Gaethje sebagai pemenang duel UFC 249 akan menghadapi Nurmagomedov selaku juara kelas ringan.

Nantinya, duel antara Gaethje dan Nurmagomedov bakal memperebutkan titel kampiun kelas ringan UFC. Selain Khabib Nurmagomedov, Justin Gaethje sebetulnya juga punya kesempatan bertarung melawan Conor McGregor.

Namun, lulusan University of Northern Colorado ini lebih memilih untuk melawan Nurmagomedov dalam perebutan gelar juara kelas ringan UFC daripada McGregor. Gaethje mengatakan, pertarungan kontra Nurmagomedov lebih baik dari sisi bisnis.

“Duel itu (lawan McGregor) jelas akan menghasilkan banyak uang, tetapi saya bisa mendapatkan banyak uang lebih banyak ketika saya mengalahkan Khabib Nurmagomedov,” ucap petarung berusia 31 tahun itu. “Selanjutnya McGregor,

jika dia tidak mau, Poirier akan menjadi pilihan. Khabib dan Poirier adalah dua prioritas saya sekarang,” tutur Gaethje menambahkan.

Justin Gaethje pernah menelan kekalahan dari Dustin Poirier pada UFC Fight Night, April 2018. Hasil minor inilah yang mendorong Gaethje untuk melakukan revans atas rekan senegaranya tersebut. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: