Ini Cara Jepang Atasi Polusi Udara Dan Cegah Kecelakaan

liputan6com/indolinear.com
Rabu, 8 November 2017
loading...

Indolinear.com, Osaka – Tak dapat dipungkuri, Jepang menjadi salah satu negara maju di Asia bahkan dunia. Semua yang ada dan dibuat di Negeri Matahari Terbit ini memiliki fungsi serta mendapatkan pengawasan langsung dari pemerintah.

Tentu saja apa yang diterapkan di Jepang, dibuat demi kenyamanan, keamanan dan keselamatan masyarakat. Tak terkecuali tembok panjang yang berada di sisi jalan tol dalam kota.

Menurut Rini Kameya, tour guide Media Tour Tokyo Motor Show 2017 bersama Astra Daihatsu Motor, tembok panjang ini sengaja dibuat di sepanjang jalan tol yang berada di dekat pemukiman dan perkantoran. Hal itu, kata dia, dibuat untuk mengurangi polusi suara. Sebab tembok tersebut dapat meredam suara, dilansir dari Liputan6.com (06/11/2017).

“Karena sepanjang jalan tol masih banyak terdapat gedung-gedung yang merupakan pemukiman atau perkantoran. Sehingga suara-suara mobil tidak mengganggu masyarakat,” ungkap Rini saat memberikan informasi di sepanjang jalan Osaka, Jepang baru-baru ini.

Lebih Lanjut Rini menyatakan, menggunakan tembok panjang juga dapat lebih safety, khususnya bagi para pengemudi. Sebab, driver akan selalu fokus melihat ke arah jalan tanpa harus malingkan muka ke kanan atau kiri di luar jalur.

Tak hanya itu, tembok di tepi jalan ini juga berguna sebagai penghalau jika terjadi kecelakaan. Di mana kendaraan yang mengalami kecelakaan hebat bisa diminalisir agar tidak keluar jalur dan menimpa ke pemukiman di dekat lokasi kejadian.

Pembuatan jalan tersebut memang memerlukan biaya yang tak sedikit. Karena itu, jika terjadi kerusakan sekecil apapun, maka pihak terkait akan melakukan perbaikan secepat mungkin agar tidak menjalar sehingga dapat mengeluarkan biaya lebih tinggi.

Kesigapan dan tanggapnya petugas dalam memperbaiki jalanan ini wajib diterapkan di Indonesia. Pasalnya, di Tanah Air segala perbaikan di jalanan sering kali dilakukan setelah kerusakan melebar, bahkan hingga jatuh korban. (Uli)