Ini Alasannya Tokyo Marathon 2020 Hanya Diikuti 200 Peserta

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Senin, 24 Februari 2020

Indolinear.com, Tokyo – Perhelatan Tokyo Marathon 2020 bakal sepi dari peserta. Perhelatan itu sendiri akan berlangsung pada Minggu (1/3/2020).

Dilansir dari Kompas.com (23/02/2020), penyelenggara hanya membatasi hingga 200 peserta. Itu pun, kategori peserta adalah atlet elite alias berprestasi.

Termasuk di dalamnya adalah atlet berkursi roda.

Sementara, tak seperti lazimnya, perhelatan tahunan ini rata-rata diikuti oleh 38.000 peserta. Tahun ini, pembatasan jumlah dilakukan lantaran kekhawatiran merebaknya virus corona.

Boccia

Sementara itu, Tokyo 2020, penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 dan Paralimpik Tokyo 2020 menunda penyelenggaraan Turnamen Boccia. Sedianya, turnamen itu akan dilaksanakan mulai Jumat (28/2/2020).

“Ditunda hingga keputusan final terkait merebaknya virus corona,” kata pernyataan Asosiasi Olahraga Paralimpik Jepang (JPSA).

Baik Tokyo 2020 dan JPSA bersepakat untuk menaruh perhatian pada analisis dan dampak yang ditimbulkan dari merebaknya virus mematikan itu. Turnamen bertajuk The Japan Para Championships Boccia akan diselenggarakan di Ariake Gymnastics Center.

Lokasi pertandingan itu juga menjadi lokasi penyelenggaraan Tokyo Paralimpik 2020.

Sementara itu, olahraga panjat dinding untuk para atlet penyandang disabilitas juga akan menempuh test awal. Pertandingan pada cabang olahraga itu dilaksanakan pada 6-8 Maret 2020.

“Test pertandingan olahraga itu tetap berjalan sesuai perencanaan,” kata pernyataan Tokyo 2020. (Uli)

INDOLINEAR.TV