Ingin Viral, Selebgram Ini Teriak dalam Pesawat Dirinya Terinfeksi Virus Corona

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Jumat, 7 Februari 2020

Indolinear.com, Afrika – Seorang pria bernama James Potok (28) membuat heboh para penumpang pesawat yang ditumpanginya dalam penerbangan Penerbangan dari Toronto ke Jamaika.

Dikutip dari Tribunnews.com (06/02/2020), James Potok nekat berteriak di dalam pesawat bahwa dirinya terinfeksi virus corona.

“Bisakah saya mendapatkan perhatian semua orang. Saya baru saja kembali dari provinsi Hunan, ibu kota tempat penyebaran Virus Corona. Dan saat ini saya merasa tidak enak badan. Terima kasih,” tuturnya.

Sontak karena aksi nekatnya tersebut 243 penumpang pun panik.

Bahkan membuat penerbangan pesawat tersebut harus melakukan pendaratan darurat.

James mengakui awalnya dirinya hanya berniat untuk lelucon belaka, dan berharap aksi yang direkamnya tersebut membuat dirinya viral.

Namun bukan popularitas yang Ia dapat.

James pun dikawal keluar dari pesawat dan wajahnya ditutupi masker dan memakai sarung tangan yang dikenakan oleh staf maskapai penerbangan.

Potok ditangkap dan didakwa dengan setelah melakukan perbuatan onar,memaksa pesawat WestJet melakukan pendaratan darurat, bahkan penerbangan kedua juga dibatalkan.

James Potok yang notabebe seorang musisi amatiran memang disebut sebagai selebgram, di mana akunnya Instagramnya yang bernama James Philippe dan memiliki lebih dari 30.000 pengikut.

“Bagi saya itu hanya lelucon, di tengah perjalanan saya berdiri, menarik kamera video saya, dan saya akan mempostingnya ke Instagram, mengirimkannya ke 6ixbuzz dan menjadi viral,” imbuhnya.

Saat berteriak dirinya menderita virus corona, dia terkejut lantaran tidak ada yang tertawa dan memberikan tanggapan.

Bahkan dalam waktu 15 menit staf kru kabin harus membawa James Potok keluar dari pesawat, dan memakaikannya masker juga sarung tangan.

Beredar juga foto serta video yang direkam oleh penumpang saat dirinya dia dikawal dari kursinya oleh staf.

Potok menambahkan: “Saya sangat, sangat menyesal atas ketidaktahuan saya dan tidak memahami bahwa ini adalah sebuah epidemi, bahwa kata-kata yang saya keluarkan identik dengan ancaman.”

‘Saya pikir itu akan memicu reaksi. bahkan saya tidak berpikir pada akhirnya apa yang saya lakukan akan dianggap ilegal,” imbuhnya.

“Kalau dipikir-pikir itu mungkin bukan hal yang baik untuk dilakukan,” tutupnya. (Uli)

INDOLINEAR.TV