Ingin Menyelamatkan Bumi, Orang-Orang Prancis Putuskan Tak Punya Anak

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Jumat, 16 Juli 2021
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Karena populasi global telah melampaui 7,8 miliar orang, beberapa orang Prancis membuat keputusan untuk tidak memiliki anak, sebuah pilihan radikal yang lahir karena keinginan untuk membantu planet ini dan terlibat mengatasi pemanasan global.

“Mempunyai anak akan sangat bertentangan dengan prinsipku. Saya tidak pernah menginginkan anak dan semakin yakin dengan keputusan ini saat saya bertambah tua,” kata Manon (26), dikutip dari Merdeka.com (15/07/2021).

“Di dunia Barat, kita mengonsumsi lebih dari sumber daya yang tersedia,” lanjutnya.

Seperti Manon, semakin banyak orang dewasa yang lebih muda memutuskan tidak punya anak demi alasan lingkungan. Mereka menyebut diri “childfree” atau bahkan “ginks”, singkatan dari “green inclinations, no kids” – dan mereka dengan kukuh membela keputusan mereka untuk tidak memiliki anak.

Hari Populasi Dunia, yang jatuh pada 11 Juli, dijadikan pengingat meningkatnya populasi dunia. Hari Populasi Dunia ini ditetapkan pada saat populasi dunia diperkirakan PBB mencapai 5 miliar pada 11 Juli 1987.

Seorang YouTuber, Anna Bogen, juga mengatakan tidak ingin punya anak.

“Ketika planet ini tidak lagi memiliki sumber daya yang tersisa, saya akan mati dan dikubur. Tapi jika saya punya anak, mereka dan anak-anak mereka harus hidup dengan itu. Saya tidak ingin membebankan hal itu kepada siapapun,” jelasnya dalam videonya.

Konsekuensi lingkungan

Presiden Demographie Responsable, Denis Garnier, menyampaikan selama 10 tahun terakhir, membicarakan soal tidak punya anak ini menjadi hal biasa.

“Anak-anak muda jauh lebih sadar, berkat publikasi penelitian-peneltiian tentang pemanasan global dan lebih banyak masyarakat yang mempertanyakan kerusakan keanekaragaman hayati,” jelasnya.

Demographie Responsable (Responsible Demographics) adalah sebuah organisasi yang didirikan pada 2009 untuk mempromosikan angka kelahiran yang lebih rendah.

Grafik di situs web organisasi ini menghitung secara real time jumlah orang yang hidup di bumi. Penghitung terus berdetak ke atas.

“Kita telah berada di angka 7,8 miliar. Sudah terlalu banyak. Kita seharusnya mencapai 8 miliar pada 2022 atau 2023,” jelas Garnier.

“Kelebihan populasi memiliki konsekuensi lingkungan yang besar. Kalkukasinya sederhana: lebih banyak kita di sini, lebih banyak CO2 kita keluarkan, dan perubahan iklim semakin buruk,” jelas seorang direktur penelitian di Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis, Jean-Loup Bertaux, yang juga penulis buku “Demografi, Iklim, Migrasi: Keadaan Darurat”.

Di Prancis, kurang dari satu anak mewakili 40 ton karbon yang dihemat per tahun. Sebagai perbandingan, memilih menggunakan mobil listrik hanya berarti menghemat dua ton.

Kontrol kehamilan

Mereka yang memilih tidak memiliki anak mengungkapkan kecemasannya di dunia maya, tapi juga menunjukkan perlawanan tertentu terhadap generasi sebelumnya.

“Saya tidak pernah tahu ada orang dewasa tidak punya anak. Bagi saya sebelumnya, mempunyai seorang anak itu suatu kewajiban, seperti bangun untuk berangkat ke sekolah pada pagi hari. Tapi kita harus bertanya, dunia seperti apa yang akan kita wariskan ke anak-anak kita? Saya tidak tahu apakah saya ingin mewariskan mereka sebuah dunia yang seperti ini,” ungkap Clemence (27).

Manon tahu topik ini sulit dibahas dengan orang tuanya, bahkan membahas ini di tengah keluarga yang peduli lingkungan.

“Ketika kami membicarakannya, mereka tidak benar-benar paham. Bagi mereka, punya pekerjaan, menikah, punya anak adalah bagian dari kehidupan,” ujarnya.

Manon mengatakan penjelasannya jauh lebih sulit untuk diterima apalagi dia seorang perempuan.

“’Kamu akan mengubah pikiranmu, kamu masih muda’, ‘kamu akan paham ketika kamu punya naluri keibuan’. Saya tidak tahu apakah laki-laki juga menerima komentar yang sama seperti yang saya terima,” jelasnya.

“Kita beruntung bisa mengontrol kehamilan di Prancis. Itu tidak dialami perempuan di mana pun di dunia. Bagi sebagian perempuan, memiliki anak atau tidak bukanlah pilihan,” pungkas Manon. (Uli)