Indonesia–Turki Adakan Pertemuan Bilateral Virtual Membahas Bisnis Konstruksi

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Rabu, 24 Juni 2020
KONTEN MILIK PIHAK KETIGA. BERISI PRODUK BARANG, KESEHATAN DAN BERAGAM OBAT KECANTIKAN. MARI JADI PENGGUNA INTERNET SEHAT DAN CERDAS DENGAN MEMILAH INFORMASI SESUAI KATEGORI, USIA DAN KEPERLUAN.
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Indonesia bersama dengan Turki mengadakan pertemuan bilateral secara virtual untuk membahas bisnis konstruksi, Selasa (23/6/2020).

Forum tersebut diselenggarakan atas kerjasama antara KBRI Ankara, Dewan Kerjasama Ekonomi Indonesia – Turki, Asosiasi Konsultan Konstruksi dan Artsitektur Turki,  Asosiasi Kontraktor Turki serta Asosiasi Kontraktor Indonesia.

Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Turki, Lalu Muhammad Iqbal menyampaikan Indonesia dan Turki memiliki sejarah hubungan baik yang panjang.

Lalu mengatakan Turki adalah salah satu negara pertama di Eropa yang mengakui kemerdekaan Indonesia sekitar 70 tahun yang lalu, yaitu pada tahun 1950.

Namun Dubes RI tersebut menyayangkan hubungan yang kuat dalam konteks sejarah dan emosi tersebut tidak tercermin dengan baik dalam aspek-aspek lain dari hubungan bilateral kedua negara.

“Forum perdagangan kami tahun lalu sekitar 1,6 miliar. Jauh Dari potensi sebenarnya dan jauh dari populasi gabungan kami sebesar 357 juta,” ujar Lalu saat memberikan sambutan, dilansir dari Tribunnews.com (23/06/2020).

Sampai sekarang, menurutnya hanya sedikit perusahaan Turki yang pernah beroperasi di Indonesia.

Meskipun demikian, Lalu menyebut perusahaan Turki  telah melakukan lebih dari 10.000 proyek di hampir 126 negara di seluruh dunia.

Padahal perusahaan-perusahaan konstruksi Turki memiliki reputasi internasional.

“Dari nilai dan jumlah proyek konstruksi yang dikerjakan di luar negeri, perusahaan konstruksi Turki adalah yang terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok,” lanjutnya

Sebanyak 15 perusahaan Turki masuk dalam TOP ENR 250 Global Contractor 2019.

Sejak awal tahun 1990-an, perusahaan-perusahaan Turki dipercaya menggarap proyek-proyek di Rusia, negara-negara eks Uni Sovyet, negara-negara Teluk, Timur Tengah, Afrika, Amerika dan Eropa.

“Sejauh ini perusahaan-perusahaan Turki telah menggarap proyek konstruksi di 126 negara senilai $ 395 miliar. Namun demikian, belum pernah ada perusahaan Turki yang berinvestasi atau mengerjakan proyek konstruksi di Indonesia,” ungkapnya.

Acara ini juga dihadiri Menteri PUPR, Basoeki Hadimoeljono dan Menteri Perdagangan Turki, Ruhsar Pekcan.

Sebelumnya, Menteri Basuki semula dijadwalkan berkunjung ke Turki pada April 2020.

Namun karena wabah Covid-19, rencana kunjungan tersebut ditunda.

Dengan membaiknya situasi di Indonesia dan normalisasi di Turki mulai 1 Juni 2020, KBRI Ankara memprakarsai untuk merealisasikan kunjungan bilateral tersebut secara virtual pada Selasa (23/6/2020) ini.

Dengan terselenggaranya kunjungan bilateral dan forum bisnis virtual ini diharapkan juga akan mendorong peningkatan hubungan bilateral di bidang ekonomi dan perdagangan kedua negara.

Sebagai informasi, volume perdagangan bilateral Indonesia-Turki pada tahun 2019 mencapai $ 1,48 miliar dengan surplus bagi Indonesia sebesar $ 804,39 juta.

Meskipun demikian, angka tersebut relatif masih rendah jika dibandingkan dengan potensi yang ada.

“Jumlah penduduk kedua negara jika digabungkan mencapai 357 juta dengan GDP gabungan mencapai $ 5,7 triliun,” ujar Lalu. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: