Indonesia-Belanda Meningkatkan Kerja Sama Pengelolaan Sampah dan Perubahan Iklim

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Selasa, 10 Maret 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK ) Siti Nurbaya Bakar menerima kunjungan Menteri Infrastruktur dan Manajemen Air Belanda, Cora Van Nieuwenhuizen di Ruang Kerja Menteri LHK, Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, keduanya sepakat untuk melanjutkan, dan memperkuat kerjasama di bidang Pengelolaan Sampah, Ekonomi Sirkular, dan Kualitas Air, serta Perubahan Iklim yang tertuang dalam Nota Kesepahaman (MoU).

Menteri Siti mengatakan bahwa Belanda merupakan negara yang cukup maju dalam pengelolaan sampah dan limbah khususnya berbagai inovasi circular economy.

Belanda juga menjadi salah satu dari sedikit Negara Anggota Uni Eropa yang telah berhenti mengekspor limbah plastik.

“Kami sangat menghargai hal tersebut, karena kebijakan nasional kami juga bukan untuk mengimpor limbah plastik,” ujar Menteri Siti, dilansir dari Tribunnews.com (09/03/2020).

Menteri LHK menyampaikan, sirkular ekonomi di Indonesia telah menjadi trend juga untuk Indonesia, seperti inisiatif Bank Sampah dan juga langkah-langkah kelompok industri seperti Danone, Nestle, Unilever, Tetra-pack dll.

Menteri juga menjelaskan sudah ada 33 kota di Indonesia yang telah memberlakukan aturan melarang penggunaan plastik sekali pakai.

Meski begitu, Menteri Siti mengungkapkan Indonesia sangat berhati-hati dalam membuat kebijakan pengelolaan sampah ini, mengingat demografi yang sangat besar, dan spektrum demografinya juga sangat beragam.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Cora menyambut baik penandatanganan MoU mengenai ekonomi sirkular ini.

“Belanda juga memiliki pengalaman dalam mengolah sampah menjadi energi sebagai bagian dari ekonomi sirkular. Terdapat delegasi bisnis yang menangani hal ini, yang juga ikut dalam kunjungan ke Indonesia kali ini,” ungkapnya.

Disampaikan Menteri Cora, Pemerintah Belanda juga sedang mengembangkan project baru fishing for litter, yang dilaksanakan oleh entitas bisnis, dan mendaur ulang sampah plastiknya menjadi barang yang dapat dipakai.

“Kami mengundang Menteri LHK untuk dapat berkunjung ke Belanda, dan melihat langsung hal tersebut,” katanya.

Undang Menteri LHK                                       

Sementara itu di bidang Perubahan Iklim, Menteri Cora mengundang Menteri LHK untuk hadir pada Global Commission Summit pada Bulan Oktober 2020.

Pada forum tersebut, Pemerintah Indonesia mendapat kesempatan untuk menyampaikan berbagai upaya pengendalian perubahan iklim yang telah dilaksanakan oleh Indonesia.

Belanda menghargai keputusan Presiden Jokowi untuk Indonesia sebagai anggota Global Commisions for Climate Adaptation. Dalam hal ini Presiden Jokowi telah menetapkan Menteri LHK sebagai komisioner mewakili Indonesia.

Menteri LHK Siti Nurbaya menyampaikan apresiasi atas undangan dari Belanda.

Menteri Siti juga menyampaikan dinamika pengendalian perubahan iklim di Indonesia diantaranya mengenai SRN, instrumen MRV, respon komunitas, dan pemda, serta pembentukan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH). (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: