Indef Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Saat Lebaran Tahun Ini Sebesar 5,2 Persen

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Selasa, 4 Juni 2019

Indolinear.com, Jakarta – Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti memprediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2019 mencapai 5,2 persen.

Hal ini didorong oleh peningkatan pada tingkat konsumsi masyarakat pada saat momen lebaran 2019.

“Pemerintah akan mencairkan Rp40 triliun, di mana Rp19 triliun untuk THR (PNS, TNI, Polri) dan sisanya untuk gaji ke-13,” kata Esther dalam acara diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, dilansir dari Tribunnews.com (03/06/2019).

“Hal itu diprediksi juga akan turut berkontribusi mendongkrak pertumbuhan ekonomi, tapi tidak lebih dari 5,2 persen,” imbuhnya.

Pada kuartal I 2019, pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah sebesar 5,07 persen.

Menurut Esther, angka itu bisa tumbuh karena biasanya pada saat ramadan dan lebaran, masyarakat membelanjakan barang seperti makanan, baju dan lainnya.

Hal tersebut diharapkan dapat memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2019.

Sementara untuk produsen, diperkirakan permintaan akan daging, telur ayam, cabe, bawang merah dan bawang putih, juga akan turut meningkat jelang perayaan lebaran tahun ini.

Dengan begitu, lanjut Esther, para produsen setidaknya tetap akan diuntungkan dengan adanya multiplier effect tersebut.

“Tapi dari sisi pertumbuhan ekonomi, sepertinya akan cenderung lebih menurun dari lebaran kemarin. Hal itu diakibatkan adanya pengaruh dari perang dagang antara AS-China, dan adanya keriuhan politik di sektor domestik,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani optimis pertumbuhan ekonomi pada kuartal II akan lebih baik dari kuartal I 2019. Hal itu ditopang oleh cairnya dana THR pada Mei 2019 dan gaji ke-13 PNS di Juni 2019.

“Tentu kita berharap dengan adanya THR ini, nanti bulan depan gaji ke-13 bisa menumbuhkan, pertama masyarakat terutama PNS TNI Polri bisa merayakan hari raya secara baik. Dampaknya kepada perekonomian tentu adalah dari sisi konsumsi,” ujar Sri Mulyani di kantornya.

Menurut Sri Mulyani, pasca pengumuman hasil Pemilu 2019, situasi politik akan semakin kondusif, sehingga meningkatkan kepercayaan diri pelaku pasar di dalam negeri.

Ditambah lagi, Bank Indonesia (BI) melaporkan harga-harga stabil dan sebagian stagnan, sehingga mencerminkan daya beli mayarakat tidak tergerus oleh inflasi.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu optimis pertumbuhan ekonomi pada kuartal II menyentuh angka 5,1 persen.

“Tentu kita berharap situasi politik tetap kondusif, sehingga confidence konsumen tetap terjaga. Kemarin masih 5,07 kita berharap akan tetap terjaga di atas 5 bahkan mendekati 5,1,” pungkasnya. (Uli)