IMI Menyiapkan Gerai Tiket Penonton Street Race Bekasi

FOTO: antaranews.com/indolinear.com
Minggu, 19 Juni 2022

Indolinear.com, Bekasi – Ikatan Motor Indonesia (IMI) bersama Polrea Metro Bekasi menyiapkan gerai pembelian tiket penonton ajang balap jalanan (street race) di Central Park Meikarta, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, 18-19 Juni 2022.

Kasatlantas Polres Metro Bekasi Komisaris Arga Dija Putra mengatakan selain dijual secara daring, tiket penonton juga bisa dibeli di Sekretariat Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Bekasi dan lokasi balapan.

“Untuk pembelian tiket, kami lakukan secara online melalui loket.com dan kami siapkan secara offline yang gerainya ada di Sekretariat IMI kabupaten bekasi di Stadion Wibawa Mukti dan di lokasi Meikarta,” kata Arga di Cikarang, dilansir dari Antaranews.com (18/06/2022).

Dengan tiket masuk itu masyarakat tidak hanya bisa menyaksikan aksi pembalap amatir yang akan berlaga di 16 nomor berbeda itu melainkan juga acara lain seperti festival musik dan gerai kuliner dan UMKM.

“Ada festival musik dengan bintang tamu Souljah dan Rocket Rockers, ada festival kuliner dan UMKM juga. Tentu bisa dinikmati oleh warga Bekasi,” katanya.

Penonton yang ingin menyaksikan langsung ajang balap jalanan ini dapat membeli tiket secara daring dan luring yang dibanderol mulai dari Rp25 ribu-Rp50 ribu.

Wakil Ketua Umum IMI Rifat Sungkar menyatakan pihaknya membuka ruang bagi para peserta untuk mencoba trek balapan hingga malam hari nanti.

“Dari sisi lapangan kami sudah siap bahkan ini lebih cepat siap dari yang kami bayangkan. Dari sore atau nanti malam kalau mau menguji kendaraan di sini, bisa datang jam setengah tujuh sampai setengah sembilan. Kan drag bike jarang malam ya, tapi lampu-lampu sudah terpasang,” ucapnya.

Rifat juga mengajak para pecinta motor balap untuk berpartisipasi dalam ajang street race apalagi para pembalap liar selama ini tidak memiliki wadah untuk menyalurkan hobinya.

“Bayangkan, dari 350 peserta di Ancol, cuma empat pembalap betulan yang punya lisensi. Artinya potensi pengembangan pembalap di indonesia itu besar sekali. Di BSD ada 11 dari 700 orang. Berarti sisanya itu mereka kebingungan mau balapan dimana, nah itu yang kami fasilitasi,” kata Rifat. (Uli)