Ilmuwan Polandia Menemukan Mumi Perempuan Mesir Kuno Yang Sedang Hamil

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Kamis, 6 Mei 2021
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Satu mumi Mesir yang selama puluhan tahun dikira seorang pendeta pria baru-baru ini diketahui bahwa dia adalah seorang perempuan hamil, yang menjadi temuan pertama menurut para ilmuwan.

Para ilmuwan di Polandia membuat penemuan ini saat melakukan penelitian komprehensif yang dimulai pada 2015 terhadap lebih dari 40 mumi di Museum Nasional Warsawa. Hal ini disampaikan seorang arkeolog dan direktur Proyek Mumi Warsawa, Wojciech Ejsmond, yang memimpin penelitian tersebut.

Temuan ini diterbitkan bulan lalu dalam The Journal of Archaeological Science.

“Ini benar-benar mengejutkan,” jelas Ejsmond, dikutip dari Merdeka.com (05/05/2021).

“Antropolog kami sedang melakukan pengecekan ganda area panggul mumi untuk memastikan jenis kelaminan mumi tersebut dan memeriksa semuanya, dan dia memperhatikan sesuatu yang aneh di wilayah panggul itu, semacam kelainan,” jelasnya.

Kelainan itu ternyata kaki kecil janin, diperkirakan berusia sekitar 26 sampai 30 minggu saat itu, menurut temuan tim. Pemindaian komputer dan X-ray mengungkap perempuan itu meninggal ketika dia berusia sekitar 20 sampai 30 tahun.

Berdasarkan penelitian non-invasif, para ilmuwan menyimpulkan mumi itu dibuat sekitar abad pertama SM. Jenazah itu milik seorang perempuan bangsawan yang dibungkus linen dan kain tenun polos dan disertai “dengan sekumpulan set jimat,” tulis para peneliti dalam temuan mereka.

Walaupun pemakaman perempuan hamil Mesir kuno telah ditemukan sebelumnya, ini adalah penemuan pertama mumi perempuan hamil.

“Ini seperti menemukan harta karun saat Anda memetik jamur di hutan,” jelas Ejsmond.

“Kami sangat gembira dengan penemuan ini.”

Mumi tersebut, yang disumbangkan ke Universitas Warsawa pada tahun 1826, akhirnya disimpan di Museum Nasional di Warsawa. Mumi itu disebut “mumi seorang nyonya” pada abad ke-19, tulis para peneliti.

Namun, hal itu berubah pada abad berikutnya ketika hieroglif yang diterjemahkan pada peti mati dan penutup mumi mengungkapkan nama seorang pendeta Mesir, Hor-Djehuty. Pemeriksaan radiologi yang dilakukan pada tahun 1990-an juga membuat beberapa orang menafsirkan jenis kelamin mumi itu adalah laki-laki.

Menurut korespondensi abad ke-19, mumi tersebut ditemukan di makam kerajaan Thebes di Mesir, tetapi para ilmuwan ragu-ragu untuk mencirikannya sebagai asal mumi resmi mumi tersebut.

Menurut Ejsmond, ada kalanya mumi tidak cocok dengan peti mati tempat mereka disimpan.

Dalam kasus mumi hamil, para ilmuwan menulis dalam penelitian mereka, “Orang hanya dapat berspekulasi bahwa mumi itu ditaruh di peti mati yang salah secara tidak sengaja di zaman kuno, atau dimasukkan ke dalam peti mati secara acak oleh pedagang barang antik di abad ke-19.” (Uli)