Ilmuwan AS Mencari Sukarelawan Pengamat Kucing Dan Perilakunya

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Rabu, 22 September 2021
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Peneliti di Universitas Davis California, Amerika Serikat dan Universitas British Columbia kini tengah mencari sukarelawan untuk ikut menjadi bagian dari penelitian yang mengharuskan mereka mengamati video kucing dan memahami bahasa tubuh kucing dan interaksi hewan itu.

Para peneliti itu ingin merekrut orang-orang yang memelihara dua kucing untuk penelitiannya dengan harapan akan menentukan apakah rata-rata pemilik kucing dapat mengartikan interaksi antara kedua kucing peliharaan mereka

Para sukarelawan akan diharuskan menonton 10 video yang “menampilkan berbagai macam interaksi kucing yang positif dan negatif” jelas para peneliti secara garis besar. Kemudian mereka akan diminta untuk menilai perilakunya dalam skala sangat positif hingga sangat negatif.

Mereka juga akan dipertanyakan mengenai kucingnya sendiri dan seberapa sering kucing-kucing itu menunjukkan perilaku yang sama.

Ketika data sudah terkumpul, para peneliti akan membandingkan respons-respons tersebut kepada spesialis pelatih kucing dengan gelar PhD untuk ditentukan apakah pemilik hewan peliharaan biasa mengalami kesulitan dalam mengartikan bahasa tubuh kucing.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu para pemilik kucing dalam memahami kucing mereka.

Dilansir dari Merdeka.com (21/09/2021), agar dapat ikut serta dalam penelitian, seseorang harus miliki dua kucing, tinggal di AS atau Kanada, dan berumur di atas 18 tahun.

“Kesejahteraan kucing di rumah-rumah kurang diteliti,” jelas peneliti Sherry Khoddami, seorang mahasiswa di Program Biologi Hewan Terapan British Columbia, kepada situs web sains Gizmodo dalam sebuah surat elektronik.

“Dari menyediakan akses ke sumber daya (seperti makanan, air, pasir, tempat bermain, area istirahat, dan banyak lagi) hingga mengenali perilaku bermasalah dan mengganggu di antara kucing mereka.

Kami ingin tahu bagaimana pengetahuan pemilik kucing mengenai kebutuhan kucing mereka dan dalam mengidentifikasi perilaku positif dan negatif yang ditampilkan oleh kucing mereka.

“Pada akhirnya, kami berharap penelitian ini dapat membantu mengidentifikasi kesenjangan pengetahuan pemilik tentang perilaku kucing. Kesalahpahaman bahwa kucing itu mandiri dan suka dibiarkan sendiri sudah ketinggalan zaman, dan kita perlu memberi pemilik kucing lebih banyak pengetahuan untuk memastikan kesejahteraan kucing mereka di rumah,” jelasnya.

“Sejak orang-orang mengadopsi lebih banyak hewan peliharaan selama masa-masa sulit ini, penting bagi tempat penampungan, dokter hewan, dan profesional lainnya untuk memberi pemilik kucing akses ke pengetahuan ini.” (Uli)