Idham Azis Resmi Jadi Kapolri, Ini Pesan Jokowi

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Sabtu, 2 November 2019

Indolinear.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Idham Azis sebagai Kapolri di Istana Negara, Jumat (1/11/2019).

Idham menggantikan Tito Karnavian yang ditunjuk Jokowi menjadi Menteri Dalam Negeri di Kabinet Indonesia Maju.

Prioritas utama yang harus dilaksanakan Idham Azim sebagai pesan dari Jokowi adalah kerja, kerja, dan kerja.

“Presiden menyampaikan kepada saya, kerja, kerja, dan kerja,” ujar Idham Aziz, dilansir dari Tribunnews.com (01/11/2019).

Idham Aziz mengatakan, ia akan melanjutkan tugas-tugas yang sudah dilakukan Kapolri sebelumnya Tito Karnavian dan akan menguatkan program pemerintah.

Program yang menjadi prioritas Kapolri baru di antaranya:

  1. Dalam hal pembangunan sumber daya manusia unggul, sudah sesuai dengan program lima tahun pemerintahan Jokowi Ma’ruf.
  2. Memantapkan pemeliharaan keamanan dan ketertiban nasional.
  3. Penguatan penegakan hukum dan pemantapan manajemen media, penguatan sinergi kepolisisan, penataan kelembagaan dan peningkatan pengawasan.

“Mari kita bersama-sama bergandengan tangan untuk membuat situasi Indonesia ini aman,” ungkapnya.

Kapolri yang baru saja dilantik ini mengatakan, secara cepat akan menindaklanjuti program-program tersebut setelah serah terima dengan Tito Karnavian yang akan digelar pada Rabu (6/11/2019).

Dalam pelantikan, Jokowi juga menaikkan pangkat Idham Azis menjadi satu tingkat lebih tinggi jadi jenderal polisi.

Setelah pembacaan sumpah jabatan dan pembacaan keputusan oleh Presiden Jokowi terkait kenaikan pangkat, Jokowi langsung mengganti tanda pangkat Idham dari bintang tiga menjadi bintang empat dan memberikan tongkat komando Polri.

Selanjutnya, Idham Azis menuju ke Mabes Polri untuk bertemu para anggotanya.

Ia akan mengadakan silaturahmi di Mabes Polri dengan para anggota.

Idham Azis  jadwalkan pula bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Daftar Harta Kekayaan Kapolri Idham Azis

Idham Azis tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp 5.513.808.813.

Keterangan tersebut didapatkan dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Masyarakat umum bisa mengaksesnya melalui situs elhkpn.go.id.

Idham tercatat terakhir kali memperbarui LHKPN-nya pada 31 Desember 2018 lalu ketika menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri.

Data harta yang tertera, Idham memiliki sejumlah tanah dan bangunan dengan nilai total Rp 3.458.937.000.

Tanah dan bangunan tersebut tersebar di Kota Depok dan Kendari.

Sementara itu, Idham Azis memiliki harta transportasi dan mesin dengan total Rp 730.000.000 dari mobil Toyota Innova Venturer tahun 2017 dan Toyota Kijang Innova tahun 2018.

Sementara itu, dari catatan kekayaan Idham, tidak menunjukkan adanya hutang yang dimilikinya.

Diketahui, Idham Azis secara periodik telah melaporkan kekayaannya.

Situs e-LHKPN menunjukkan Idham Azis telah tiga kali melaporkan harta kekayaannya.

Pertama ia laporkan pada 25 Oktober 2013 saat menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri.

Laporan kedua tertanggal 24 November 2017 saat menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya.

Sedangkan laporan terakhir Idham Azis dilakukan pada tanggal 31 Desember 2018 saat menjabat sebagai Kepala Bareskrim Polri.

Berikut rincian harta kekayaan Kapolri Komjen Idham Azis.

Tanah dan Bangunan : Rp 3.458.937.000

Alat Transportasi dan Mesin : Rp 730.000.000

Harta Bergerak Lainnya : Rp 490.000.000

Kas dan Setara Kas : Rp 834.871.813

Total Harga Kekayaan : 5.513.808.813

Sebelum ditetapkan sebagai Kapolri terpilih hari ini, DPR RI resmi menyetujui Komjen (Pol) Idham Azis sebagai calon Kepala Polri secara aklamasi.

Persetujuan itu diberikan setelah Idham menjalani uji kelayakan dan kepatutan yang digelar Komisi III DPR, Rabu (30/10/2019).

Sebelum menjabat Kapolri menggantikan Tito Karnavian, Idham Azis memiliki karier cemerlang di lembaga kepolisian.

Berikut rekam jejak Idham Azis di kepolisian menurut Wikipedia.org.

02–12–1988: Pamapta Kepolisian Resor Bandung

15–01–1989: Kepala Urusan Bina Operasi Lalu Lintas Kepolisian Resor Bandung

28–04–1991: Kepala Kepolisian Sektor Dayeuhkolot Resor Bandung

05–04–1993: Kepala Kepolisian Majalaya Resor Bandung Kepolisian Wilayah Priangan

01–07–1999: Kepala Unit VC Satuan Serse UM Direktorat Serse Kepolisian Daerah Metro Jaya

27–08–2001: Wakil Kepala Satuan Serse UM Direktorat Serse Kepolisian Daerah Metro Jaya

08–05–2002: Perwira Menengah Sekolah Staf & Kepemimpinan Dediklat Polri

14–12–2002: Kepala Satuan I Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Metro Jaya

25–02–2003: Kepala Satuan III/UM Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya

10–09–2004: Wakil Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat

14–10–2004: Inspektur Bidang Operasi Inspektorat Wilayah Daerah Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah

03–06–2005: Kepala Unit Pemeriksaan Sub Detasemen Investigasi Densus/Anti-Teror

17–01–2006: Kepala Unit IV Direktorat I/Keamanan & Transnasional Badan Reserse Kriminal Polri

09–06–2008: Kepala Sub Detasemen Investigasi Densus 88/Anti-Teror Badan Reserse Kriminal Polri

19–12–2008: Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat

17–10–2009: Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya[5]

29–09–2010: Wakil Kepala Densus 88/Anti-Teror Polri

25–03–2013: Direktur Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri

03–10–2014: Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah

28–02–2016: Inspektur Wilayah II Inspektorat Wilayah Umum Polri

23-09-2016: Kepala Divisi Profesi & Pengamanan Polri

20-07-2017: Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya

22-01-2019: Kepala Badan Reserse Kriminal Polri

31-10-2019: Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Uli)

INDOLINEAR.TV